Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PASI Kota Kediri Beri Uang Pembinaan untuk Jaga Regenerasi, Dapat Memicu Semangat Atlet

Emilia Susanti • Senin, 11 Mei 2026 | 09:28 WIB
Atlet PASI Kota Kediri saat menjalani sesi latihan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)
Atlet PASI Kota Kediri saat menjalani sesi latihan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Atletik menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan di Kota Kediri.

Belasan medali telah ditorehkan para atlet dalam ajang pekan olahraga provinsi (porprov) tahun lalu.

Meliputi 13 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Terbaru, para atlet Kota Tahu memborong 14 emas dalam Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026.

“Sebenernya nggak ada target (di Jatim Open, Red) karena masih jauh dari porprov, jauh dari big event. Ya cuma alhamdulillah performa dari teman-teman bagus semua, karena memang ini adalah salah satu promdeg (acuan untuk promosi dan degradasi, Red),” kata Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Kediri Meiliana Candra Dewi.

Baca Juga: Tantangan Berat Finish 10 Besar, Skuad Persik Kediri Wajib Sapu Bersih Sisa Laga 

Pada cabor atletik ini, atlet yang terdaftar untuk program pemusatan latihan kota (puslatkot) ada sebanyak 16 atlet.

Hanya saja, kesempatan untuk mengikuti program ini bisa ditarik apabila atlet tidak menunjukkan progres.

Jika itu terjadi, program puslatkot itu akan diberikan pada atlet lain yang menunjukkan performa lebih baik. Karenanya, persaingan di cabor ini sangat ketat.

“Kami memang untuk pembinaan ada lapis dua, lapis tiga. Di lapis dua, atlet-atlet juga perform bagus,” akunya.

Dalam hal regenerasi, PASI Kota Kediri memiliki langkah berani. Mei-sapaan akrab Ketua PASI Kota Kediri mengatakan, pihaknya juga memberi uang pembinaan untuk atlet potensial.

Hal ini dilakukan agar regenerasi atlet tidak terputus. Di samping itu, para atlet juga termotivasi untuk melakoni latihan rutin.

“Lapis dua lapis tiga ini juga kami kasih uang pembinaan juga, pemerataan istilahnya. Jadi mereka akan terpacu untuk ikut tim puslatkot,” ujar Mei saat ditemui di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Dia mengatakan, uang pembinaan itu tak sebesar uang transport yang didapat atlet puslatkot.

Namun demikian, uang pembinaan ini tetap perlu diberikan untuk menjaga regenerasi atlet.

“Kalau kami hanya bergantung ke atlet puslatkot, habis nanti (atlet, Red). Ketika umurnya habis, kami nggak punya lapis bawahnya. Jadi yang penting ada buat mereka (uang pembinaan, Red),” bebernya.

Baca Juga: Persik Kediri Catatkan Kemenangan Cleansheet di Laga Kontra Semen Padang, Pastikan Diri Tetap di Super League Musim Depan

Nah, pada porprov tahun depan, cabor atletik mendapat target besar dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri. Minimal, perolehan medali emasnya bisa menyamai hasil porprov tahun lalu.

“Semoga kami dapat (target, Red) nggak jauh dari yang kemarin,” harapnya sembari menyebut pihaknya ditargetkan membawa pulang sepuluh medali emas dalam porprov 2025 lalu. Namun hasil yang diperoleh ternyata lebih besar yaitu 13 medali emas. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#atlet atletik kota kediri #PASI Kota Kediri #Uang pembinaan atlet kota kediri #cabor atletik kota kediri #atlet kota kediri