
KEDIRI, JP Radar Kediri - Yu Minthul pancen apes uripe. Duwe bojo kayak Kang Dalbo, sing neng otaknya hanya berisi wedokan dan wedokan.
Parahnya, ketika dirinya hamil tua, kemudian melahirkan, sing lanang masih asyik berhohohihe dengan gendakane. Peh, pancen kebangeten tenan.
Ya, ini kisah perempuan asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Hubungan ini berawal ketika Yu Minthul kenalan dengan Kang Dalbo. “Berlanjut ke hubungan pacaran hingga akhirnya memutuskan untuk menikah,” ujar Yu Minthul.
Sayang, kebahagiaan itu mung sesaat. Tepat ketika dewekne memberitahu bahwa dia hamil, Kang Dalbo langsung berubah sikap. Seolah-olah tidak menghendaki bojone meteng.
"Bojoku ngomong yen dewekne ora seneng weruh aku meteng," imbuh Yu Minthul.
Padahal, kehamilan itu sesuatu yang dikarep-karepne Yu Minthul. Bayangno wae, demi mengandung anak pertama itu, dia butuh waktu lima tahun!
Karena itulah, sikap suaminya yang bertolak belakang dengan dirinya marai dia lara ati.
Awale, Yu Minthul berusaha ora peduli. Dia terpaksa memendam sakit hatinya demi sang anak. Berusaha mempertahankan perkawinan meskipun Kang Dalbo ketok yen ora perhatian maneh.
"Sapa ngerti pas anakku lahir sikape berubah," harap Yu Minthul.




