Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Kediri Targetkan Sertifikasi Aset Milik Pemkot Tuntas pada 2027, Ini Progresnya!

A
Penulis: Ayu Ismawati❯
Ruas Jalan Dhoho Kota Kediri difoto dari udara. (Foto: Wahyu Adji)
Ruas Jalan Dhoho Kota Kediri difoto dari udara. (Foto: Wahyu Adji)

Advertisement

JP Radar Kediri-Pemkot Kediri menggenjot sertifikasi aset mereka. Meski ada ratusan bidang aset tanah yang belum bersertifikat, pemkot menargetkan sertifikasi bisa tuntas 2027 nanti.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri Sugeng Wahyu Purba Kelana mengatakan, setiap tahun pihaknya terus memproses sertifikasi tanah untuk pengamanan aset.

Secara administrasi, sebanyak 3.292 bidang tanah milik pemkot sudah tercatat dalam e-BMD Kota Kediri.

Advertisement

“Sebanyak 662 di antaranya merupakan ruas jalan yang belum bersertifikasi, dan itu dalam proses,” kata Sugeng.

Selain memastikan tanah harus klir status hukumnya, proses sertifikasi aset menurut Sugeng juga melibatkan berbagai pihak. Di antaranya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Advertisement

Termasuk proses pematokan yang harus dilakukan di aset yang akan disertifikasi. “Dan alhamdulillah BPN juga terus bergerak untuk menyelesaikan itu,” sambungnya. 

Meski, diakuinya penyelesaian sertifikat tidak sesuai dengan jumlah bidang yang diajukan. Sugeng mencontohkan, pada 2023 lalu ada sekitar 200 bidang yang diajukan. Namun yang selesai sertifikasinya baru sekitar 40 bidang.

Kekurangannya dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya, termasuk tahun ini. 

“Targetnya sampai 2027 kurang lebih. Kalau tahun ini ada 200-an yang kami masukkan nanti (didaftarkan ke BPN, Red). Kalau yang sudah kami masukkan ada sekitar 321 dari tahun 2023, tapi yang selesai baru sekitar 50,” ungkapnya.

Status tanah yang harus clear and clean, jadi salah satu alasan penerbitan sertifikat yang lambat. Beberapa membutuhkan waktu untuk kelengkapan dokumen administrasinya. 

Advertisement

Artikel Terkait

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Punya Aset Rp 6,3 Miliar, Ini Rincian Harta Kekayaannya

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Punya Aset Rp 6,3 Miliar, Ini Rincian Harta Kekayaannya

Di tengah kabar pengunduran dirinya, rekam jejak Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Nanik S Deyang turut menjadi sorotan publik. 

Siap Hibahkan 5,5 Hektare untuk Hotel Haji, Bupati Kediri Dhito Cek Aset yang Akan Diberikan ke Kemenhaj

Siap Hibahkan 5,5 Hektare untuk Hotel Haji, Bupati Kediri Dhito Cek Aset yang Akan Diberikan ke Kemenhaj

Sebelum mewujudkan hotel haji, diakui Bupati Dhito ]jika masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

800 Bidang Tanah Aset Pemkot Kediri Rawan Diserobot Karena Belum Bersertifikat, DPRD Kota Kediri Desak Pendataan

800 Bidang Tanah Aset Pemkot Kediri Rawan Diserobot Karena Belum Bersertifikat, DPRD Kota Kediri Desak Pendataan

Sekitar 800 bidang tanah milik Pemkot Kediri rawan diserobot atau berpindah tangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer