Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cuma Belajar dari Youtube, Ibu Rumah Tangga Ini Raup Cuan dari Boneka Rajut. Gantungan Kunci Sampai Buket Laku Keras

Habibah Anisa M. • Selasa, 17 Juni 2025 | 23:38 WIB
Hasil rajutan Pipiet Dipamerkan di Festival Kuno Kini 2025
Hasil rajutan Pipiet Dipamerkan di Festival Kuno Kini 2025

JP Radar Kediri- Berawal karena tidak ada kesibukan, Fitriyatul Badriah menggunakan waktunya untuk belajar merajut. Karena ketika membuat tas rajut tidak berhasil, perempuan yang kerap disapa Pipiet ini belajar membuat amigurumi (boneka rajut). Rupanya karya banyak diminati saat di posting di Facebook, dari situlah ia mulai menjadikan ladang cuan.

“Dulu waktu kecil saya sering dibuatkan nenek saya topi dan syal,” cerita Pipiet saat ditemui di stan Festival Kuno Kini 2025. Rupanya bakat merajut neneknya tersebut menurun ke perempuan asal Dusun Tawangrejo, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul. Butiknya hasil rajutan butanya ini banyak dicari saat bazar umkm dan car free day (CFD).

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Pipiet bercerita bahwa mulai belajar merajut pada tahun 2018. Saat awal belajar merajut, ia masih ikut merantau suaminya di Kalimantan Timur. Karena pada saat itu masih belum memiliki anak, membuatnya memiliki banyak waktu luang. “Awal belajar membuat bros bunga untuk souvenir adik nikahan, terus belajar membuat tas tapi gagal dan akhirnya belajar membuat amigurumi,” imbuhnya.

 Baca Juga: Viral! Mie Pedas Rumahan Asli Cabai Rawit Bikin Pecinta Kuliner Kepanasan Ketagihan

Pada saat itu Pipiet belajar amigurumi dari YouTube. Karena tidak tahu bahasanya, ia  hanya mengikuti gerakanya saja. Amigurumi pertamanya ini merupakan bonek kaktus.

Bonek kaktus tersebut kemudian diposting di Facebook. Rupanya responnya cukup bagus, dimana banyak yang berminat. Bahkan untuk mengantar dagangannya, ia rela perjalan jauh dari Penajam ke Balikpapan.

Gantungan Kunci, Buket Bunga, Boneka menjadi produk unggulan Pipiet
Gantungan Kunci, Buket Bunga, Boneka menjadi produk unggulan Pipiet

Kemudian pada tahun 2020, Pipiet kembali ke tempat asalnya. Saat kembali, ia harus kembali dari nol, sebab ia harus mempelajari pasarnya. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala.

“Selain membuat amigurumi, juga mengikuti yang sedang laku dipasaran,” ungkap Pipiet. Dalam produksi ia dibantu oleh tiga orang, setiap bulannya bisa produksi hingga 120 buah. Dimana rata-rata adalah gantungan kunci.

Gantungan kunci buatannya dijual mulai harga Rp 10 hingga Rp 50, sedangkan untuk boneka mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Produk kerajinan rajut Pipiet ini menggunakan bahan cotton milk, yang membuat hasilnya menul-menul.

Selain menjual barang jadi mulai dari gantungan kunci, boneka, buket bunga dan bunga tangkai rajut. Perempuan berusia 36 tahun ini juga menjual bahan mentah, dan membuat tutorial merajut yang dibagikan di YouTube.(*)

Editor : Jauhar Yohanis
#UMKM Indonesia #rajut #umkm kabuaten kediri