TURUNKAN PENGANGGURAN: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berbincang dengan perwakilan pengusaha yang mengikuti job fair di Graha SMKN 1 Kediri. Total ada sekitar empat ribu lowongan pekerjaan yang disiapkan kemarin.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan membuat job fair yang digelar Pemkot Kediri kemarin dipadati oleh pelamar. Dalam waktu empat jam, ada lebih dari tiga ribu warga yang hunting atau berburu lowongan yang cocok. Bahkan, ada yang sengaja membawa banyak amplop lamaran untuk ‘menjaring’ pekerjaan baru.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00, sudah ada 3.384 peserta yang mengonfirmasi ikut job fair di SMKN 1 Kota Kediri. Ribuan warga yang ke sana berasal dari beragam latar belakang. Baik fresh graduate atau yang baru lulus dari sekolah, hingga warga yang mencari pekerjaan baru.
“Sebelumnya saya bekerja di toko retail. Sudah resign dan ingin mencari pekerjaan yang sesuai passion,” ungkap Najwa Viki, 23, warga Kabupaten Nganjuk yang sengaja berburu pekerjaan ke Kediri.
Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syehk Wasil Kota Kediri itu sengaja menyiapkan berkas administrasi sejak empat hari lalu. Dia memenuhi kualifikasi yang disyaratkan perusahaan incarannya dengan sungguh-sungguh. “Hari ini saya membawa enam surat lamaran. Dua sudah saya serahkan, tinggal empat ini masih menunggu,” lanjut gadis yang melihat stan perusahaan di job fair.
Meski di Nganjuk ada banyak perusahaan, dia mengaku sengaja berburu pekerjaan di Kota Kediri. “Kebetulan juga kuliah di Kota Kediri. Siapa tahu memang rezeki saya,” terangnya.
Tak hanya Najwa, Jatra Atmajaya, 24, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri juga berburu pekerjaan baru. Dia sengaja ikut job fair karena tak kunjung dapat pekerjaan setelah setahun lulus kuliah. “Sudah cari kerja tapi tetap belum dapat yang sesuai. Sesuai dalam arti fasilitas dan gaji,” ungkapnya lirih.
Baca Juga: Job Fair Bekasi 2025 Berlangsung Ricuh, Sejumlah Pencari Kerja Pingsan di Lokasi
Jatra mengakui jika dalam kondisi ekonomi seperti sekarang sangat sulit mencari pekerjaan. “Saya mencari pekerjaan sebagai admin saja. Tapi mencarinya cukup susah. Hampir lima kali mendaftar selalu gagal. Padahal itu belum pekerjaan yang perlu keahlian khusus,” keluhnya.
Karenanya, di job fair kemarin Jatra sengaja membawa delapan amplop lamaran pekerjaan. Meski ada puluhan perusahaan yang ikut, tak urung Jatra tetap saja pesimistis.
“Kalau dibilang pesimis memang ya bisa begitu. Karena sudah mencari kesana kesini hasilnya masih nihil. Tapi sebagai manusia tetap harus berusaha, hasilnya pasrah sama yang di atas,” tuturnya sambil tertawa.
Baca Juga: Ribuan Lowongan Dibuka! Kediri Job Fair 2025 Libatkan BUMN dan LPK Jepang
Selain para pengangguran, mahasiswa dan siswa kelas akhir pun memilih mencoba peruntungan untuk mencari pekerjaan. Seperti dilakukan Anastasia, 21, mahasiswa Polinema Kediri, dan Hera, 17, siswa SMKN 1 Kota Kediri. Duduk di kelas XI, dia mengaku ingin mencari pekerjaan terkait desain. “Karena jurusan saya kebetulan berkaitan dengan desain juga,” katanya.
Untuk diketahui, pembukaan job fair kemarin dilakukan oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Wali kota termuda itu mengaku sengaja menggelar job fair untuk mengurangi pengangguran. Vinanda mengatakan, 2025 lalu tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Kediri sebesar 3,76 persen. Turun dibanding 2024 lalu yang sebesar 3,91 persen. “Penurunan ini membuat Kota Kediri menduduki posisi nomor 2 terendah di Jawa Timur setelah Kota Batu,” ungkapnya.
Meski jumlah pengangguran turun, Vinanda mengaku masih berusaha untuk terus menguranginya. Targetnya, tahun ini bisa ada di angka 3,65 persen atau 3,5 persen. “Pencapaian ini patut disyukuri tapi tetap harus diupayakan agar angka pengangguran terus menurun. Hingga bisa memenuhi target TPT 3,65 persen bahkan 3,5 persen,” tegasnya.
Baca Juga: Job Fair Disnaker untuk Kurangi Pengangguran
Untuk diketahui, total ada 63 perusahaan yang berpartisipasi dalam job fair kemarin. Sebanyak 37 perusahaan mengikuti secara offline. Sedangkan 26 lainnya ikut
secara daring atau online. Jumlah lowongan pekerjaan yang disediakan puluhan perusahaan itu mencapai 4.500.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri