Berlangganan Banyak Platform Streaming, Ini Cara Hitung biar Enggak Boros

JP Radar Kediri – Nonton film atau series sekarang tidak lagi identik sama TV kabel. Semua orang tinggal buka HP, tinggal pilih mau nonton di platform apa. Tapi justru di situ masalahnya. Saking banyak pilihan dan konten menarik, banyak yang akhir nya langganan lebih dari satu platform sekaligus, dan tidak sadar totalnya sudah membengkak tiap bulan.
Kalau dilihat satu-satu, harga langganannya memang keliatan murah. Tapi begitu ditotal, tiga sampai empat platform tambah langganan musik, jumlahnya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Kebanyakan orang baru sadar pas cek mutasi rekening di akhir bulan, terus bingung sendiri kenapa saldonya cepat habis.
Biar tidak kejadian begitu terus, langkah paling gampang adalah bikin daftar semua langganan yang masih aktif, lengkap sama harga dan tanggal tagihannya. Termasuk langganan-langganan kecil yang biasanya otomatis kepotong sendiri lewat auto-debit, mulai dari Netflix, Disney+, Viu, Prime Vidio, sampai Spotify, YouTube Premium, atau iCloud.
Baca Juga: Sebelum Ditangkap KPK, Gatot Sudah Mengajukan Cuti Sejak Senin
Setelah daftarnya lengkap, tinggal dijumlah semua. Kalau ada yang langganan tahunan, tinggal dibagi 12 dulu, baru digabung sama tagihan bulanan yang lain. Dari situ bakal ketahuan berapa sebenarnya total pengeluaran buat hiburan digital tiap bulan.
Idealnya, angka ini tidak lebih dari 5 persen dari gaji bersih. Nah, kalau totalnya sudah kelihatan, coba dibandingkan sama seberapa sering platform itu benar-benar dipakai. Caranya gampang, tinggal bagi harga langganan bulanan dengan jam nonton dalam sebulan.
Misalnya platform yang harganya Rp120 ribu tapi ditonton 30 jam sebulan, berarti cuma sekitar Rp4 ribu per jam. Tapi kalau ada platform yang harganya cuma Rp60 ribu, sementara cuma ditonton dua jam sebulan, itu justru jadi Rp30 ribu per jam.
Mahal murahnya harga di kertas ternyata belum tentu sesuai kenyataan. Platform yang jarang dibuka kayak gini biasanya jadi yang pertama layak dicoret. Trik lain yang lumayan ampuh adalah gantian langganan tiap bulan, bukan aktif semua platform terus-menerus.
Fokusnya bukan di platformnya, tapi di serial atau film yang mau ditonton. Bulan ini misalnya lagi seru-serunya nonton series di satu platform, ya sudah langganan itu dulu sampai tamat, terus langsung matikan perpanjangan otomatisnya begitu selesai bayar.
Bulan depan baru pindah ke platform lain. Cara ini bikin pengeluaran tidak terus-terusan jalan padahal kontennya sudah tidak dipantau lagi. Selain rotasi, jenis paket yang dipilih juga sering jadi sumber pemborosan.
Tidak sedikit orang ambil paket paling mahal cuma karena gengsi, padahal nontonnya sendirian doang lewat HP. Kalau memang cuma dipakai sendiri, paket Mobile atau Basic sudah lebih dari cukup, dan bedanya ke kantong bisa lumayan jauh dibanding paket Premium yang buat banyak layar.



