
Banyak yang salah menempatkan istilah orang yang tidak bekerja, atau tidak punya pekerjaan. Lebih tepatnya, sudah salah kaprah. Salah yang seolah-olah menjadi kebenaran.
Nah, salah kaprah itu adalah ‘pengangguran’. Selama ini banyak yang mengartikan pengangguran itu sebagai orang yang tidak punya pekerjaan. Orang yang menganggur.
Lho, bukannya memang itu maknanya? Buktinya, ketika searching di internet, yang keluar adalah penjelasan tentang hal itu. Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja.
Eit, tunggu dulu! Coba sekarang klik di KBBI online. Coba ketik pengangguran. So, yang keluar adalah ; pengangguran/peng-ang-gur-an/n hal atau keadaan menganggur.

Artinya, pengangguran bukan orang yang menganggur. Melainkan proses ‘menganggur’. Sedangkan orang yang menganggur lebih tepat disebut sebagai penganggur. Bila maknanya adalah kondisi tidak bekerja, katanya adalah menganggur.
Baca Juga: Desa Vs Kota
Kesalahan-kesalahan seperti itu yang sering kita lakukan. Bahkan menganggapnya sepele. Meskipun sebenarnya, disiplin dalam menggunakan bahasa sejatinya adalah jalan menuju benar. Sayangnya, banyak dari kita yang masih meremehkan pentingnya menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Jangan heran bila kemudian, banyak hal yang salah dalam konsep ‘pengangguran’ itu saat ini. Tak hanya salah dalam pemaknaan tapi juga salah dalam memberitakan atau memberikan faktanya. Atau juga, fakta itu sengaja dikaburkan agar orang tidak bisa melihat kebenaran yang sejati.



