Punya Bisnis tapi Stuck? Cek 3 Hal Ini Sebelum KamuMelewatkan Hadiah Rp 500 Juta!

JP Radar Kediri - Memulai usaha sejak masih kuliah atau baru lulus kini semakin menarik bagi anak muda.Hasil dari Riset yang dilakukan SMERU pada 2022 menunjukkan bahwa 73% anak muda tertarik untuk berbisnis. Apalagi, hadirnya media sosial dan platform digital membuat produk bisa mulai dipasarkan darilingkar pertemanan, tanpa harus memiliki toko fisikterlebih dahulu.
Namun, memiliki produk dan mendapatkan pembeli pertama baru menjadi langkah awal. Tantangan yang lebih besar sering kali muncul setelah bisnis mulaiberjalan. Fase inilah yang kerap menentukan arahsebuah bisnis anak muda: apakah usaha akan terus berjalan dalam skala yang sama, atau mulaidikembangkan menjadi bisnis yang lebih serius dan berkelanjutan.
Michella Ham, CEO & Founder Skin Game, mengatakan bahwa membangun bisnis membutuhkan komitmen besar karena setiap keputusan akan menentukan perkembangan usaha ke depan. “Memiliki bisnis seperti memiliki anak yang harus dijaga sepenuh hati. Kita perlu memahami apa yang dibutuhkan bisnis. Kalau salah langkah, bisnis bisa sulit naik level. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu tahan banting, berani belajar, dan tidak ragu bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman,” ujar Michella.
Lalu, apa saja tanda bahwa bisnismu sudah berjalan, tetapi belum benar-benar naik level? Berikut tiga halyang perlu diperhatikan.
Bagi sebagian pebisnis muda, pendapatan yang masuk masih habis untuk memenuhi kebutuhan produksi dan pesanan berikutnya. Akibatnya, mereka memiliki ruangterbatas untuk menambah stok, memperbaikipackaging, memperluas promosi, hingga memperluas market. Di fase ini, tambahan modal dapat menjadi dorongan penting agar bisnis tidak hanya terus berjalan, tetapi juga bertumbuh.
Sebuah produk bisa saja laku di lingkungan kampus atau komunitas, tetapi belum tentu siap menjangkaupasar yang lebih luas. Untuk naik level, pebisnis muda perlu menguji tidak hanya daya tarik produk, tetapi juga harga, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, kesiapan pengiriman, hingga strategi marketing kepadakonsumen baru. Dengan pondasi tersebut, bisnis akanlebih siap berkembang secara berkelanjutan.
Menjalankan bisnis sendiri sering kali membuat pebisnis muda fokus pada operasional sehari-hari, sehinggabelum memiliki banyak ruang untuk memikirkan pengembangan usahanya. Sementara itu, aksesterhadap mentor, jejaring, dan kesempatan menguji strategi juga tidak selalu mudah bagi mahasiswa maupun fresh graduate. Padahal, insight dari sosokyang memahami pasar dapat membantu mereka memperkuat produk, memperbaiki strategi, sertamembawa bisnis berkembang lebih terarah.
Kompetisi Bisnis Sebagai Momentum Bagi Pebisnis Muda untuk Naik Level
Bagi mahasiswa dan fresh graduate yang telah menjalankan bisnis, tetapi masih menghadapi tantanganuntuk berkembang, kompetisi bisnis dapat menjadi salah satu momentum untuk membawa usaha merekanaik level. Selain membuka akses terhadap tambahan modal, kompetisi juga memberi kesempatan bagi pelakubisnis untuk menguji kesiapan bisnis, memperoleh masukan, dan melihat peluang pengembangan bisnisnya secara lebih objektif.



