KEDIRI, JP Radar Kediri-Upaya PT Nindya Karya SPSS KSO untuk mengejar deadline penyelesaian Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri tidak hanya terkait jumlah tenaga kerja dan material saja. BUMN konstruksi itu juga harus bergelut dengan cuaca ekstrem yang selama sebulan terakhir melanda Kediri Raya.
Hal tersebut diakui oleh Project Manager SR Kota Kediri Yolanda Faricha. Menurutnya cuaca ekstrem membuat kecepatan pembangunan gedung jadi lambat. “Sebenarnya ini (cuaca) bukan kendala tapi lebih ke speed cukup melambat,” kata pria yang akrab disapa Yolanda itu.
Dia mencontohkan, saat hujan deras mengguyur Kota Kediri mereka harus menghentikan pengerjaan proyek. Apalagi, saat hujan kendaraan juga tidak bisa melintas secara maksimal. Sebab, akses mereka ke lokasi proyek terganggu.
Meski ada beberapa hambatan dalam realisasi proyek, Yolanda menegaskan pihaknya tidak akan menambah jam kerja. Para pekerja tetap akan bekerja mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 22.00. Tanpa ada sif.
“Kalau jam kerja sendiri masih cukup optimis normal. Bekerja dari jam 07.00 sampai dengan 22.00. Kecuali saat pengecoran kami akan menyesuaikan dengan pihak penyedia beton,” lanjutnya.
Mengapa tidak menambah jam kerja? Menurut Yolanda jika dipaksakan bekerja 24 jam juga tidak akan maksimal. Karenanya, solusi untuk percepatan realisasi proyek yang diambil adalah dengan menambah alat dan manpower (tenaga kerja).
Baca Juga: Rekanan Kebut Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kediri, Progres Fisik Baru Capai 12 Persen
Untuk diketahui, sebelumnya ada 200 pekerja yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Dengan deadline penyelesaian proyek pada 20 Juni nanti, mereka berencana menambah sekitar 500 sampai 600 pekerja. “Targetnya (penyelesaian bangunan) masih aman. Kami optimistis Juni bisa selesai,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Imam Mutakkin memastikan pemkot akan ikut memantau progres pembangunan SR Kota Kediri ini.
Jika rekanan tidak bisa memenuhi target fisik dari Pemerintah Pusat, mereka bisa saja terkena sanksi. “Ketika di beberapa minggu ke depan progresnya tidak sesuai ya nanti akan dilakukan evaluasi,” tutur Imam.
Baca Juga: BPKP Minta Percepat Proyek Sekolah Rakyat Kota Kediri, Target Tuntas sebelum Masuk Tahun Ajaran Baru
Seperti diberitakan, pembangunan SR Kota Kediri di Kelurahan Lirboyo sudah dilakukan sejak Desember 2025 silam. Seperti SR lainnya di Indonesia, bangunan permanen tersebut akan dioperasikan mulai Juni nanti.
SR Kota Kediri akan terdiri dari 22 gedung. Sebanyak 14 di antaranya merupakan unit bangunan dua lantai. Salah satu peruntukan gedung bertingkat tersebut untuk tiga gedung ruang kelas. Masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Siap-Siap! Sekolah Rakyat Kota Kediri Bakal Rekrut Puluhan Guru, Ini Tahapannya
Selanjutnya, delapan gedung lain berupa bangunan satu lantai untuk fasilitas penunjang. Misalnya asrama putra-putri, asrama guru, kantin-kantin untuk SD, SMP, SMA, yang masing-masing satu lantai.
Selebihnya, ada pula fasilitas penunjang berupa masjid, lapangan mini soccer, tempat pengolahan sampah (TPS), lapangan voli, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Semuanya akan dibangun di lahan seluas 5,1 hektare.
Jumat (27/3) lalu, Staf Kepresidenan Armindo Dos Santos Soares mengecek proyek SR Kota Kediri. Hasilnya, realisasi fisik baru 16 persen. Mencakup pekerjaan struktur serta mechanical, electrical dan plumbing (MEP).
Baca Juga: Gedung Sekolah Rakyat di Kediri Sedot Rp 243 Miliar, Untuk Apa?
Melihat kondisi tersebut, Armindo memerintahkan rekanan untuk melakukan percepatan. Dia meminta agar setiap hari bisa ada progres realisasi fisik sebesar tiga persen. Sehingga, dalam 85 hari ke depan atau 20 Juni nanti seluruh bangunan gedung sudah selesai.
Editor : Andhika Attar Anindita