Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Momen Haru Legenda Persik Kediri Kembali ke Stadion Brawijaya: Seperti Mimpi yang Jadi Nyata

Emilia Susanti • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:15 WIB

 

Legenda Persik Kediri Musikan kembali beraksi di lapangan Stadion Brawijaya.
Legenda Persik Kediri Musikan kembali beraksi di lapangan Stadion Brawijaya.
 

Neng kene Aku ngenteni Kowe

Adoh-adoh Aku tekan kene

Macan Putih ayo dimenangne

Mengko menang goyang rame-rame

Musikan tiba-tiba bersenandung di tengah-tengah wawancara. Baginya, lagu tersebut selalu membuatnya merinding setiap kali memasuki Stadion Brawijaya. Dan lagu tersebut masih terngiang-ngiang hingga sekarang.

“Itu merinding Mba, ingat yang dulu-dulu,” kenang sang legenda Persik Kediri yang akrab disapa Mus itu.

Ya, para legenda Persik Kediri akhirnya kembali menyapa masyarakat Kediri pada Minggu (1/2) sore di Stadion Brawijaya. Tidak sekadar menyapa. Melainkan kembali beraksi di lapangan hijau bersama legenda Persebaya Surabaya.

Walau begitu, pertandingan tersebut bukan pertandingan yang sesungguhnya. Melainkan pertandingan amal untuk almarhum Kuncoro. Yakni mantan pemain Persik Kediri di 2003 – 2004 silam.

Baca Juga: Update Tiket Persik Kediri vs Bali United: Titik Penukaran Tetap, Kuota Penonton Tunggu Hasil Rakor

Di samping itu, para legenda Macan Putih dan Green Force itu juga tidak mungkin bisa beraksi seperti 20 tahun silam. Tentu saja. Dari segi stamina saja sudah menurun. Kondisi fisiknya pun tak lagi sama. Ada yang tetap ramping. Namun juga ada yang berisi. Bahkan ada yang memiliki perut buncit. Lalu beberapa legenda juga sudah beruban.

Bukan itu saja. Pertandingan tersebut lebih tepat bila dinamai sebagai ajang hiburan untuk masyarakat. Bagaimana tidak. Ketika ada pemain yang jatuh, respon dari penonton bukannya protes. Melainkan jadi bahan gelak tawa di Stadion Brawijaya.

“Alhamdulillah kayak mimpi. Beberapa tahun nggak ke Brawijaya sekarang ke Brawijaya lagi, alhamdulillah reuni sama teman-teman Persik 2003 2006,” ucap Mus saat ditemui di ruang ganti.

Baca Juga: Persik Kediri Datangkan Ernesto Gomez dan Rodrigo Dias, Ini Profilnya

Mengenai sosok Kuncoro sendiri, Musikan menganggapnya sebagai pemain senior panutan. Ada banyak teladan yang didapatkan olehnya. Baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Beliau setiap pertandingan itu selalu berjuang sekuat tenaga untuk timnya. Terus di luar lapangan, dia khusuk sekali salat lima waktunya, ngajinya, alhmadulillah,” ceritanya.

Sementara itu, Musikan sendiri memiliki harapan besar untuk tim Persik Kediri yang sekarang. Dia ingin skuad Macan Putih terus memberikan prestasi yang lebih baik lagi. Terlebih lagi, masih ada banyak masyarakat yang sayang terhadap skuad Macan Putih.

Baca Juga: Persik Kediri Lepas Pedro Matos Jelang Berakhirnya Bursa Transfer Paro Musim

“Alhamdulillah dulu suporternya kompak, semoga kedepannya juga gitu. Semakin kompak, bersatu, mendukung Persik yang positif. Karena suporter itu penting sekali,” kenang legenda Macan Putih tersebut.

Terpisah, Suswanto mengaku pertandingan amal untuk almarhum Kuncoro menjadi momen baginya bernostalgia. Dia merasa senang bisa bermain lagi dengan rekan-rekan lamanya di lapangan. Sebagai koordinator dalam laga amal tersebut, dia sangat berterimakasih dengan legenda yang berpartisipasi.

Baca Juga: Persik Kediri dalam Bahaya: Empat Pilar Utama Kantongi 3 Kartu Kuning

“Alhamdulillah teman-teman yang di luar mau datang untuk laga amal dengan kesadarannya sendiri. Teman-teman all star ini semangatnya luar biasa,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Kuncoro Meninggal #persik kediri #pemain legenda #laga amal #musikan #stadion brawijaya