JP Radar Kediri - Informasi pendaftaran CPNS 2026 menjadi mimpi indah yang sangat dinantikan terwujud oleh jutaan para pencari kerja di tanah air.
Namun, di media sosial muncul video yang mengatasnamakan Menteri PANRB Rini Widyantini mengklaim sebagai pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS 2026.
Saat ditelisik, video tersebut merupakan hasil manipulasi Artificial Intelligence (AI) dan bukan informasi resmi dari pemerintah.
Atas hal ini, Kementerian PANRB menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman terkait rekrutmen CASN 2026.
Sehingga, masyarakat diimbau untuk lebih bijaksana dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas, serta selalu melakukan pengecekan ulang melalui laman atau kanal resmi pemerintah.
Update Pengadaan CASN 2026, saat ini pemerintah tengah mengevaluasi pelaksanaan pengadaan tahun sebelumnya, dan sedang melakukan penghitungan untuk menentukan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan, sehingga tepat sasaran serta mendukung kebutuhan pencapaian organisasi dan program prioritas nasional.
Mengacu pada ketentuan pendaftaran CPNS sebelumnya, skema pendaftaran CPNS 2026 diperkirakan akan memiliki persyaratan dan alur serupa, sehingga masyarakat dapat menyiapkan dokumen dan informasi yang dibutuhkan sebagai acuan awal sebelum proses resmi diumumkan pemerintah.
Para menteri telah melakukan rapat terkait hal ini di Kantor Kementerian Pertahanan pada Rabu (18/3/2026).
Dalam rapat itu juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil menteri Pertahanan Donny Ermawan, hingga Menpanrb Rini Widyantini.
Namun dia memastikan bahwa semua menteri yang hadir sudah menyampaikan kebutuhannya masing-masing. Kemampuan fiskal saat ini pasti menjadi pertimbangan, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto meminta ada langkah penghematan.
"Kalau pertanyaan jumlah kita belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi bahwa setiap tahun kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun. Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi," kata Prasetyo.
Prasetyo juga menjelaskan alasan rapat ini digelar di Kementerian Pertahanan, karena nantinya ada pendidikan khusus yang akan dikerjasamakan saat rekrutmen ASN.
"Nanti pada saat kita memutuskan melakukan rekrutmen, maka kita minta Kementerian Pertahanan yang memiliki fasilitas lembaga-lembaga pendidikan cukup tersebar, nah itu menjalankan pendidikan dan pelatihannya. Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan," jelasnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil