Titik Panas di Kediri Raya Turun Jadi Delapan, Begini Kata BMKG

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:53 WIB
Ilustrasi titik panas.
Ilustrasi titik panas.

 
JP Radar Kediri – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG untuk 28 Juli 2026, terdeteksi 8 titik panas yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Kediri, Blitar, Nganjuk, dan Tulungagung.


Masing-masing wilayah tercatat memiliki satu titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang pada data yang dirilis BMKG.

Titik panas di Kabupaten Kediri terpantau pada koordinat -7.8513, 112.2565 berdasarkan pengamatan Satelit NOAA20 pada 27 Juli 2026 pukul 12.55 WIB.


Di Kabupaten Blitar, satu titik panas terdeteksi melalui Satelit TERRA pada koordinat -8.1843, 112.1355 pada 27 Juli 2026 pukul 20.04 WIB.

Sementara itu, Kabupaten Nganjuk memiliki titik panas di koordinat -7.6549, 111.8275, sedangkan Kabupaten Tulungagung berada di koordinat -8.1313, 111.9279.

Keduanya dipantau Satelit NOAA20 pada 27 Juli 2026 pukul 12.55 WIB.


Meski jumlah hotspot menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, BMKG mengingatkan bahwa titik panas bukan berarti telah terjadi kebakaran hutan atau lahan.

Titik panas merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dari sekitarnya dan terdeteksi oleh satelit.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri

Keberadaan hotspot masih memerlukan verifikasi di lapangan untuk memastikan apakah benar merupakan kebakaran atau dipicu faktor lain, seperti aktivitas pembakaran terbatas maupun pantulan panas dari permukaan tertentu.


Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka.

Kondisi cuaca yang kering disertai angin berpotensi membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan apabila terjadi kebakaran.


BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
titik panas BMKG kemarau