JP Radar Kediri – Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan selatan Jawa Timur.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di sejumlah perairan selatan Jatim masih berpotensi mencapai lebih dari dua meter pada periode 28 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang relatif tinggi meliputi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.
Pada awal periode prakiraan, tinggi gelombang di kawasan tersebut diperkirakan berkisar 2,0 hingga 2,2 meter, kemudian berangsur menurun menjadi sekitar 1,8 hingga 2 meter menjelang 1 Agustus.
Sementara itu, kondisi gelombang di perairan utara Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Selat Madura, umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang, berkisar 0,4–1,3 meter.
BMKG menjelaskan, tinggi gelombang dapat meningkat sewaktu-waktu apabila terdapat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap.
Kondisi tersebut berpotensi memicu angin kencang secara tiba-tiba sehingga membuat tinggi gelombang menjadi lebih besar dari prakiraan.
Karena itu, nelayan, operator kapal penyeberangan, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.
Pelayaran kapal berukuran kecil juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Meski tren gelombang diperkirakan mulai menurun pada akhir periode prakiraan, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat perubahan cuaca di laut dapat terjadi dengan cepat, terutama pada musim kemarau yang masih berpotensi memunculkan angin kencang secara lokal.
Sumber : Radar Kediri, BMKG