KEDIRI, JP Radar Kediri- Cuaca panas di Kota Kediri beberapa hari terakhir ini memang terasa lebih menyengat dari hari-hari biasanya. Namun demikian badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Kediri menyebut ini belum masuk kategori cuaca ekstrem.
Hal itu diungkapkan oleh Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto. Dia menyebut jika kondisi cuaca saat ini masih tergolong normal. “Jadi ini musim kemarau dari Mei kemarin sampai bulan Oktober. Tapi masih tergolong normal,” ujar pria yang akrab disapa Joko itu.
Diakuinya, cuaca panas saat ini memang agak menyengat. Namun belum ada dampak signifikan. Seperti kekeringan maupun yang lainnya. Terkait kategori normal ini, dia menyebut pada rata-rata suhu sekitar 28°C. Sementara itu, bisa dikatakan masuk cuaca ekstrem apabila suhu panas di atas 35°C.
Baca Juga: Wanti-wanti Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Kediri Minta Warga Bijak Gunakan Air dan Waspada Karhutla
“Ini (suhu tertinggi, Red) dapat terjadi pada puncak panas yang diprediksi terjadi bulan Agustus,” tutur Joko.
Untuk diketahui, selama musim kemarau ini pihaknya selalu menyiagakan personel selama 24 jam. Joko memastikan jika personel yang ada selalu siap dan sigap jika dibutuhkan oleh masyarakat.
“Yang jelas kami standby 24 jam. Kayak tadi malam di Jalan Mauni ada pohon yang miring, kami langsung evakuasi jadi pohonnya memang sudah agak miring sebelum terkena atap rumah warga kami lakukan antisipasi,” tandasnya.
Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan Mengintai, Ini Pesan BPBD Kota Kediri!
Meskipun belum ada temuan kasus, Joko tetap mengimbau masyarakat untuk menghemat air dan jangan membuang putung rokok sembarangan. Gunakan air sebijak mungkin. “Yang berada di dekat lahan tebu jangan asal membuang putung rokok. Kalau memang berniat membakar harus ditungguin. Jangan sampai belum mati ditinggal nanti bisa merambah ke sekitarnya,” pesan Joko.
Editor : Andhika Attar Anindita