Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPKP Minta Percepat Proyek Sekolah Rakyat Kota Kediri, Target Tuntas sebelum Masuk Tahun Ajaran Baru

Ayu Ismawati • Rabu, 4 Maret 2026 | 04:00 WIB

KEBUT: Seorang pekerja melakukan aktivitas pengerjaan proyek gedung Sekolah Rakyat Kota Kediri di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto kemarin (3/3).
KEBUT: Seorang pekerja melakukan aktivitas pengerjaan proyek gedung Sekolah Rakyat Kota Kediri di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto kemarin (3/3).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri terus dikebut. Menyusul permintaan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar proyek infrastruktur tersebut dipercepat.

Perkiraan terbaru, gedung tersebut bisa selesai sebulan lebih cepat dari target awal.

Permintaan BPKP tersebut muncul saat berlangsung monitoring dan evalusi (monev). Monev serupa juga berlangsung di seluruh Jawa Timur.

“Di monev itu dari BPKP menjelaskan bahwa selain mereka memonitoring proses pembangunan mereka juga ada agenda untuk mengimbau agar dilakukan percepatan terhadap pembangunan sekolah rakyat,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Imam Muttakin.

Sebelumnya, proyek yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto tersebut ditargetkan tuntas pada Juli mendatang. Hal itu sesuai kontrak awal. Namun, target terbaru adalah bisa selesai sebulan lebih cepat. Yaitu pada Juni 2026.

Bagaimana dengan pelaksana proyek? Menurut Imam, pihak penyedia proyek sudah menyanggupi.

“Secara lisan dalam pertemuan kemarin pihak penyedia menyatakan akan mengupayakan untuk dilakukan percepatan. Sehingga harapannya bulan Juni sudah bisa mulai beroperasional,” beber Imam.

Selain pembangunan yang sepenuhnya dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, pemerintah daerah akan terlibat dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM).

Namun, terkait rekrutmen SDM, Imam mengatakan belum menerima arahan hingga kemarin (2/3). Termasuk soal petunjuk teknis sebagai dasar rekrutmen, baik SDM maupun siswa.

“Kalau terkait operasionalnya belum ada arahan sama sekali. Kami masih menunggu informasi dari Kemensos,” tandasnya.

Dengan percepatan itu, targetnya sekolah berbasis boarding school itu bisa mulai beroperasi di tahun ajaran baru. Tahun ini, SR untuk jenjang SD-SMP-SMA itu bisa mulai menerima siswa baru dari kelompok keluarga miskin.

“Imbauannya kemarin juga seperti itu. Jadi tahun ajaran baru ini nanti sudah mulai menerima siswa,” sambung Imam.

Terkait progres pembangunan, Imam mengatakan perkiraan progres sudah mencapai 30 persen di awal Maret ini. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pembangunan pondasi sudah selesai.

Pekerja pun sudah mulai melanjutkan pembangunan struktur atas. Termasuk pekerjaan struktur beton untuk bangunan bertingkat tersebut.

Untuk diketahui, proyek itu mulai diresmikan pembangunannya pada 12 Januari lalu. Rencananya, masing-masing jenjang akan dibuka tiga rombongan belajar (rombel). Jika tiap rombel terdiri dari 25 siswa, maka akan ada 225 siswa baru di awal operasional SR Kota Kediri tahun ini.

Mereka yang berhak masuk SR adalah anak-anak yang termasuk dalam desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Atau, yang tergolong keluarga miskin ekstrem. Seluruh biaya pendidikan mereka akan sepenuhnya ditanggung pemerintah selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. (ais/fud)

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#tahun ajaran baru #bpkp #dinas sosial #Sekolah Rakyat #sr #Monev