KEDIRI, JP Radar Kediri - Peristiwa remaja yang nekat akhiri hidup di Masjid Bidayatul Mustahdin, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren pada Jumat (24/4) malam masih dalam penyelidikan polisi.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi. Dia menyebut saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif kematian korban.
“Saat ini masih dalam penanganan petugas. Mohon waktu,” ujar Kompol Siswandi. Untuk diketahui, remaja berinisial ZMA, 14, itu adalah warga Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem.
Korban saat ini masih menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) swasta yang ada di Kota Kediri.
Adapun kronologi awal yaitu korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak membantu menyiapkan minuman untuk jamaah.
“Tadi ditemukan oleh ibu-ibu warga sini selesai salat berjamaah. Rencananya mau membuat teh sembari menunggu salat Isya,” ujar Imron, warga yang berada di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, korban ditemukan di sebuah ruangan bagian barat kompleks masjid yang biasanya difungsikan sebagai dapur saat kegiatan keagamaan.
“Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak menggunakan baju. Dan mengenakan celana panjang berwarna gelap,” imbuhnya.
Di sekitar lokasi kejadian, warga juga menemukan sejumlah barang milik korban. Diantaranya ada tas yang berisi buku sekolah. Juga terdapat surat cinta.
Tentu adanya surat cinta ini yang menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah ada persoalan asmara yang tengah dihadapi korban atau ada permasalahan lainnya.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas MBG Langsung Turun Uji Laboratorium
“Informasinya korban telah dilaporkan hilang sejak Kamis. Tadi ditemukan surat cinta juga. Dimungkinkan ada persoalan asmara atau yang lain sedang dihadapinya masih tanda tanya,” pungkas bapak dua anak itu. (la)
Editor : Andhika Attar Anindita