KEDIRI, JP Radar Kediri– Insiden kerusuhan di Stadion Brawijaya pada 2 September 2019 memang sudah berlalu. Bahkan kejadiannya sudah enam tahun silam.
Namun, imbas kerusuhan yang terjadi jelang berakhirnya laga Persik Kediri kontra PSIM Yogyakarta itu masih dirasakan hingga sekarang. Hari ini, skuad Macan Putih terpaksa ngungsi ke Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik.
“Dari Polres Kediri Kota tidak memberikan izin ya untuk pertandingan Persik melawan PSIM Yogyakarta karena cerita masa lalu, tragedi kelam di tahun 2019,” beber Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo.
Pria berkumis itu pun akhirnya menceritakan kembali insiden tersebut. Pada 2019 silam, pertandingan di kompetisi kasta kedua itu mulanya berjalan dengan baik.
Namun, menjalang akhir pertandingan, sekitar menit ke-80, mulai terjadi lempar-lemparan di tribun.
Yakni antara suporter Persik Kediri yang ada di sisi utara dengan PSIM Yogyakarta yang ada di barat. Sementara, skor pertandingan saat itu sudah 2-0 dengan keunggulan tuan rumah.
“Terjadi lempar-lemparan kemudian berlanjut di luar stadion,” cerita Widodo sembari mengklaim kerusuhan tersebut tidak sampai terjadi di dalam lapangan.
Kala itu, dia juga membeberkan adanya perusakan kendaraan suporter. Baik milik suporter Persik Kediri maupun PSIM Yogyakarta.
“Ada sekitar 325 unit motor yang dirusak suporter Yogyakarta. Sedangkan ada dua mobil minibus dari PSIM Yogyakarta, itu dirusak oleh suporter dari Kediri,” ingatnya.
Terpisah, Faris Aditama yang kala itu menjadi kapten tim mengaku masih mengingat momen-momen tersebut.
Laga tersebut masih berkesan lantaran tim lawan diperkuat oleh pemain-pemain ternama. Salah satunya Cristian Gonzales. Di samping itu, kondisi tribun Stadion Brawijaya juga penuh.
“Sebagai pemain, dulu saya sangat senang dan bersemangat dalam pertandingan, sampai ada gesekan suporter, dan Persik unggul 2-0,” kenang pemain yang akrab disapa Faris itu.
Sementara itu, terkait laga usiran, dia berharap jamuan di Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik pada Jumat (13/2) nanti menjadi yang terakhir.
Faris berharap semoga pertandingan berikutnya sudah mendapatkan izin dan dapat dihadiri kedua suporter.
"Pesan untuk suporter, selalu penuhi stadion dan dukung penuh dengan kebanggaan serta hindara gesekan antar suporter. Sejatinya sepak bola adalah hiburan semua orang," pesan Faris. (em/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita