Update Bansos 2026: BSI dan BNI Sudah Cair, Saldo Masih Nol? Ini Penyebab dan Langkah yang Harus Dilakukan

JP Radar Kediri - Pencairan bansos PKH dan BPNT Tahap 2 periode April hingga Juni 2026 terus bergerak maju. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah mulai melaporkan saldo bantuan masuk ke rekening mereka, meski prosesnya belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tapi di sisi lain, masih banyak KPM yang saldo rekeningnya tetap nol, dan status di aplikasi Cek Bansos masih menampilkan periode Januari, Februari, Maret tanpa tanda-tanda bergerak ke April, Mei, Juni.
Jika kamu mengalami hal ini, tidak perlu panik dulu. Ada penjelasan teknisnya, dan ada langkah konkret yang bisa segera dilakukan.
Baca Juga: 470 Ribu Penerima Baru Bansos PKH BPNT Tahap 2 Mei 2026, Ini Daftar Daerah dan Bank Penyalur
Bank BSI dan BNI Sudah Mulai Salurkan Bantuan
Wilayah Aceh melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menjadi yang terdepan dalam penyaluran. Bantuan yang masuk mencakup komponen PKH maupun BPNT, bahkan sebagian KPM sudah menerima keduanya sekaligus dalam satu rekening.
Bank BNI juga mulai menyusul dengan menyalurkan bantuan secara bertahap kepada KPM di sejumlah daerah.
Laporan saldo masuk dari Bank BRI dan Bank Mandiri pun sudah mulai bermunculan, meski jumlah penerima yang sudah cair masih terbatas dan sebagian besar masih menunggu giliran transfer berikutnya.
Bagi KPM yang statusnya di SIKS-NG sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction), itu adalah tanda bahwa bantuan sudah dalam antrean transfer dan tinggal menunggu proses dari pihak bank penyalur. Tidak perlu khawatir, transfer dilakukan bertahap sesuai jadwal masing-masing bank.
Baca Juga: Daftar Wilayah Mulai Cairkan Bansos PKH BPNT Tahap 2 Mei 2026, Cek Lengkap dengan Bank Penyalur
Kenapa Status Masih Januari hingga Maret dan Saldo Belum Masuk?
Jika status di aplikasi Cek Bansos atau situs cekbansos.kemensos.go.id masih menampilkan periode lama, itu bukan berarti bantuan hangus atau kamu sudah dicoret dari daftar penerima.
Kondisi ini menandakan ada hambatan teknis dalam proses verifikasi data di sistem SIKS-NG yang perlu segera diselesaikan.
Penyebab terbanyak yang ditemukan di lapangan adalah status "Gagal Cek Rekening", yaitu kondisi di mana data kependudukan (Dukcapil) tidak sesuai dengan data perbankan yang tersimpan di sistem.


