Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Pada masa lalu, R.A. Kartini dikenal sebagai sosok perempuan yang berjuang melawan penjajah Belanda. Kartini dengan gigih memperjuangkan emansipasi perempuan dan pendidikan. Dia membuka pintu bagi perempuan untuk mengejar mimpinya. Keluar dari belenggu tradisi yang mengekang.
Hingga kini, perjuangan Kartini itu masih relevan. Salah satu sosok perempuan di Kediri yang berhasil menafsirkan nilai perjuangan Kartini adalah Dr. Jesicha Yenny Susanty, SH, MH, CLA.CCD.
Perempuan yang kerap disapa Dr Jesicha merupakan sosok perempuan yang mampu menjadi pelita bagi mereka yang terperosok dalam gelapnya narkoba. Kerja-nyatanya mampu membangun fondasi untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Perjuangannya tidak hanya sebatas pada pemulihan individu namun juga mencakup advokasi hukum dan upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat luas.
Rumah Pemulihan Eklesia Kediri Foundation yang ia dirikan telah menjadi tempat untuk menyelamatkan banyak korban narkoba. Berbeda dengan lembaga rehabilitasi pada umumnya, Eklesia Foundation menawarkan lebih dari sekadar terapi fisik.
Di sana, para pengidap masalah narkoba dipulihkan secara holistik: mental, fisik, sosial, dan spiritual. Dr. Jesicha mampu mengangkat kembali mereka yang telah masuk ke jurang keputusasaan untuk kemudian bangkit dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Sebagai pendiri Rumah Pemulihan Eklesia Kediri Foundation, Dr. Jesicha telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk memerangi bahaya narkoba yang terus mengancam generasi muda Indonesia.
Baginya, narkoba bukan hanya ancaman individual, tetapi ancaman sosial bagi generasi muda. “Anak-anak bangsa yang terjebak di dunia narkoba adalah bagian dari masa depan kita yang sedang terancam hancur,” begitu cara dia memandang generasi muda yang sedang terjerumus.
Perjuangan Dr. Jesicha hanya tidak berhenti pada aspek sosial saja. Sebagai seorang praktisi hukum, ia turut menyuarakan perubahan dalam sistem hukum yang sering kali mengabaikan hak-hak para korban penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, hukum harus berpihak pada pemulihan dan pemberdayaan bukan hanya pada hukuman.
Dalam banyak kesempatan, ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani kasus narkoba, dengan memberikan kesempatan bagi pecandu untuk pulih dan kembali berkontribusi dalam masyarakat.