JP Radar Kediri - Karmelia Vega Antika nampak serius berlatih di lapangan sepak bola yang terletak di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto kemarin. Pemain dengan rambut hitam-pirang ini lincah mengolah si kulit budar. Dengan lihai dara asal Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten itu menggocek bola.
Dara muda yang akrap disapa Karmel ini merupakan salah satu pemain Inter Putri Kediri (IPK) di Piala Pertiwi. Gadis berparas cantik ini dipercaya berposisi di lini tengah. Bagi Karmel, dunia olah raga bukan hal baru. Sejak di SDN Pranggang 3 dia sudah gemar olah raga. “Aku memang suka olahraga sejak kecil,” ujarnya.
Uniknya, bukan sepak bola yang menjadi pilihan utamanya. Dia justru jatuh cinta terlebih dulu dengan olah raga voli. Awal mulanya karena di dekat rumahnya ada markas klub voli. Hal itu yang membuatnya penasaran dan tertarik ingin ikut bermain voli.
Dari situ hari-harinya diisi dengan berlatih voli. Karenanya, kemampuan Karmel dalam dunia voli juga semakin berkembang. Berbagai ajang perlombaan sering dia ikuti. Mulai dari liga antar kampung hingga porseni.
Karmel menekuni voli hingga duduk di bangku SMPN 2 Plosoklaten. Saat itu, berbagai lomba juga telah dia ikuti. Menang dan kalah jadi makanan rutinnya. “Beberapa kali menang dan kalah sudah biasa. Tapi memang hobi, jadi ya tidak bikin nyerah,” aku gadis kelahiran 2005 itu.
Lalu, saat di SMA 1 Plosoklaten ada ekstrakurikuler futsal. Hal itu membuatnya tertarik. Tidak lain juga karena Rio Fery Andika, sang kakak yang suka bermain bola. Sehingga membuat Karmel pun juga tertarik. Karmel lantas mencoba ikut tim futsal di sekolahnya.
Namun sayangnya belum lama bergabung, pandemi covid 19 menyerang. Alhasil kegiatan ekskulnya pun juga harus berhenti. Tapi hal itu tidak lantas memadamkan semangatnya.
“Kebetulan juga kan memang harus cari keringat saat pandemi. Larinya ke sepak bola di desa. Dari situ kemampuan juga semakin berkembang,” aku anak dari pasangan Suhariyanto dan Kartika Sari itu.
Dari situ, kecintannya dengan dunia sepak bola semakin tinggi. Karmel merasa tertantang dengan olah raga sejuta umat tersebut. Padahal bagi seorang perempuan, olah raga itu masih jarang diminati. Namun dia justru merasa tertantang.
“Kalau voli kan bagi perempuan sudah biasa ya. Tapi kalau sepak bola berbeda. Itu jadi tantangan bagi ku,” aku gadis umur 19 tahun itu.
Apakah tidak takut kulitnya gelap? Karmel mengaku bahwa dia bukanlah tipe perempuan semacam itu. Dia tidak terlalu mementingkan warna kulitnya. Karmel juga sudah terbiasa berpanas-panasan. Tidak takut cahaya matahari bisa membuat kulitnya gelap.
Karmel mengaku, menekuni si kulit bundar untuk membuktikan sepak bola bukan olah raga yang hanya dinikmati oleh kaum adam. Namun perempuan juga bisa. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya saja bisa menjadi atlet sepak bola. Begitu pula dengan perempuan lainnya.
“Semua perempuan itu cantik, apapun warna kulitnya. Jadi kalau memang punya hobi di olahraga, tekuni saja. Tidak usah pedulikan penilaian buruk orang lain,” pesannya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah