KEDIRI, JP Radar Kediri – Sektor literasi di Kabupaten Kediri mendapatkan angin segar setelah aspirasi mengenai optimalisasi perpustakaan keliling mulai terealisasi. Hal ini bermula dari langkah taktis Anggota DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi, yang menindaklanjuti keluhan yang diterima saat kegiatan kunjungan Reses DPRD, dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) terkait kendala operasional.
Sebelumnya, kegiatan perpustakaan keliling di Kabupaten Kediri sempat mengalami kemandekan akibat kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Pemkab Kediri. Padahal, di sisi lain, antusiasme dan permintaan masyarakat terhadap akses bacaan sedang tinggi-tingginya.
Menyikapi hal tersebut, Sulistyo Budi membawa persoalan ini ke meja Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Dia mengusulkan solusi konkret agar Perpusda difasilitasi kendaraan roda dua atau sepeda motor box sebagai armada perpustakaan keliling.
"Kami melihat ada urgensi yang tinggi. Masyarakat butuh bahan bacaan, tapi di sisi lain kita harus realistis dengan efisiensi anggaran. Maka, saya mengusulkan pengadaan sepeda motor box karena biaya operasionalnya jauh lebih murah dan efisien dibandingkan mobil, namun tetap bisa menjangkau pelosok," ujar Sulistyo Budi.
Usulan tersebut kemudian direspons positif. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kediri Sri Ilham Wahyu Subekti diminta untuk segera mengajukan anggaran pengadaan sepeda motor box perpustakaan keliling tersebut.
Perjuangan Sulistyo Budi di parlemen akhirnya membuahkan hasil. Meskipun secara jumlah masih terbatas, realisasi pengadaan ini menjadi langkah awal yang penting untuk menghidupkan kembali budaya literasi di Kabupaten Kediri tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
"Meskipun realisasinya dilakukan secara bertahap atau dalam skala kecil terlebih dahulu, yang terpenting adalah layanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Literasi adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Kediri," pungkas legislator asal PKS tersebut.
Editor : Anwar Bahar Basalamah