KEDIRI, JP Radar Kediri– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri memangkas pohon yang mengancam pengendara. Sebulan lalu, ada 52 pohon yang dieksekusi. Sebanyak 29 kena potong dan 23 pohon hanya dipangkas.
Sasarannya adalah adalah yang rawan tumbang berada di sepanjang jalan raya Kediri–Pare. Khususnya di Jalan Diponegoro, Desa Gayam, Kecamatan Gurah.
Baca Juga: Pemkot Kediri Tunjuk SMPN 6 sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana, Ini Alasannya
Menurut Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, perawatan pohon dilakukan secara rutin. Ada yang dipangkas dan ditebang.
“Pohon yang banyak dipotong berdasarkan laporan dan permintaan dari masyarakat,” jelas lelaki yang akrab disapa Putut itu.
Pemangkasan dan pemotongan pohon itu lebih sering dilakukan untuk mencegah adanya dahan dan ranting yang mengganggu pengendara di jalan.
“Usia pohon bukan jadi indikator. Sebab ada pohon yang sudah berusia puluhan tahun kondisinya bagus. Sebaliknya ada pohon yang berusia masih muda tetapi mudah rapuh,” imbuhnya.
Bagi Putut, pemangkasan ini akan semakin digenjot terutama dari laporan masyarakat. Apalagi saat ini sedang musim pancaroba. Dan banyak pohon yang rawan tumbang karena terjangan angin kencang disertai hujan lebat.
“Kalau mengenai target tidak ada. Disesuaikan dengan kondisi di lapangan saja,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian