Gebrakan terus dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Perhatian kali ini ditujukan bagi pusat transaksi ekonomi para emak-emak. Yaitu pasar tradisional. Sejumlah pasar dilakukan revitalisasi. Setelah Pasar Wates, rencananya akan ada dua pasar yang siap direvitalisasi.
Dalam kunjungannya ke Pasar Wates beberapa bulan lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan bahwa revitalisasi pasar yang berada di Desa Tawang, Kecamatan Wates ini harus segera dilakukan. Sebab, kondisinya sudah memprihatinkan. Setiap musim penghujan, pasar selalu banjir dan becek. “Target (revitalisasi) bisa selesai pada Desember 2022,” tegas Bupati Dhito. Total ada 374 pedagang yang menempati tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang berada di eks-pasar hewan Wates. Revitalisasi yang dilakukan Pemkab Kediri ini memang dibutuhkan karena terakhir kali renovasi dilakukan pada tahun 1990-an.
Menurut Plt Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan kalau proses revitalisasi pasar ini akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama ini, dana yang disiapkan sebesar Rp 12 Miliar yang berasal dari anggaran Kementerian Perdagangan.
“Saat ini proses pengerjaan, harapannya memang Desember nanti tahap 1 sudah selesai,” terangnya. Selanjutnya akan ada tahap kedua dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Nanti tahap kedua berupa penambahan kekurangan kios tahap 1 dan fasilitas umum,” jelasnya. Di antaranya pagar dan paving.
Sambil menunggu proses pembangunan Pasar Tradisional Wates ini, para pedagang dipindah ke pasar hewan sebagai tempat berjualan sementara. Meski berada di luasan yang sama yaitu 10 ribu meter persegi, para pedagang harus beradaptasi di lokasi sementara karena kios yang lebih kecil. “Sebelumnya ukuran kios cukup ideal yaitu 3x3 meter, sekarang di tempat sementara 2x1,5 meter,” terang Tutik.
Tidak berhenti di Pasar Wates, proses revitalisasi pasar akan terus dilakukan di pasar-pasar yang dikelola Pemkab Kediri. Menurut Tutik, revitalisasi pasar ini memang menjadi perhatian khusus bupati untuk bisa menggenjot perekonomian masyarakat. Setelah Pasar Wates, rencananya revitalisasi pasar akan dilakukan di Pasar Gurah dan Pasar Ngadiluwih.
“Untuk Pasar Gurah sudah ada DED (detailed engineering design), untuk Pasar Ngadiluwih sedang proses,” jelas Tutik. Nantinya proses revitalisasi akan disiapkan secara matang dan bertahap sehingga tidak ada yang dirugikan. (dea)
Editor : adi nugroho