
KEDIRI, JP Radar Kediri - Seharusnya, mahar bisa jadi pengikat dua orang yang berlainan jenis. Dadi penyatu perkawinan. Agar bisa jadi manusia yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Demikian jarene orang-orang saleh.
Tapi, bagi pasangan Kang Dalbo dan Yu Minthul ini, mahar justru jadi bencana. Membuat hubungan keduanya jadi bubar. Peh, bagaimana ceritane?
Kisah ini bermula ketika Kang Dalbo dan Yu Minthul saling mengenal saat isih kuliah. Saking gedene cinta mereka, akhire keduanya memutuskan rabi. Persis bar lulus kuliah.
Sebagai pasangan muda, Kang Dalbo-Yu Minthul tentu menyadari kalau semua butuh diperjuangkan. Termasuk ketika pingin urip mulya. Mereka pun membangun usaha yaitu menjadi peternak muda. Selain sesuai jurusan kuliah, kebetulan, wong tuwane Yu Minthul sejak awal pancen peternak kambing neng Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
“Melihat orang tua bisa sukses dari peternak. Kami pun terinspirasi untuk mengikuti. Sebab kerja kantoran durung mesti penak, lan hasile ya ora bisa melebihi yen usaha dewe,” ujar Yu Minthul.
Ketika mantap beternak, keduanya pun memulai usaha itu. Modale, saka utang duwit bank. Setelah kredit usaha kuwi cair, Kang Dalbo pun mulai membeli kambing dan ngopeni ben nanti bisa dijual dengan harga mahal.
Nanging, apes kuwi ora ana neng tanggalan. Yen wis wayahe pasti teka dewe. Tiba-tiba hewan ternaknya sakit satu per satu.
“Takok wong tuwaku jarene emang lagi kenek virus. Pilihane yen ora selamet ya wis wassalam,” gerutu Yu Minthul.




