Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Anak Nasional 2026, Kapolres Kediri Kota Jadi Dalang!

Hilda Nurmala Risani

 


Advertisement

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim bersama Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono ndalang di Hari Anak Nasional 2026. (Polres Kediri Kota for JPRK)
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim bersama Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono ndalang di Hari Anak Nasional 2026. (Polres Kediri Kota for JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Polres Kediri Kota memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan cara yang berbeda. Jika biasanya hanya dengan perayaan seremonial, kini mereka memberikan pertunjukan budaya. Menariknya, yang menjadi dalang adalah Kapolsek Kota Kediri Kompol Bowo Wicaksono sebagai dalang bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Advertisement

Berlokasi di halaman belakang Polsek Kediri Kota, kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan siswa taman kanak-kanak (TK). Mereka diajak belajar sambil bermain melalui pertunjukan Wayang Dolanan.

Melalui pertunjukan wayang tersebut, anak-anak dikenalkan berbagai nilai positif. Mulai dari pentingnya disiplin, saling menghormati, menjaga keselamatan berlalu lintas hingga mengenal profesi sebagai bentuk pendidikan karakter sejak usia dini.

Advertisement

“Anak-anak adalah investasi bangsa. Karena itu, peringatan Hari Anak Nasional tidak cukup hanya seremonial, tetapi harus diisi dengan kegiatan edukatif yang mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Melalui Wayang Dolanan ini kami ingin anak-anak belajar sambil bergembira,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Menurutnya, penyampaian pesan melalui media budaya ini dinilai lebih mudah diterima anak-anak. Selain menghibur, wayang juga menjadi sarana melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda.


Sementara itu, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono mengatakan, cerita yang dibawa dalam wayang terkait cara meraih cita-cita. “Ada figur anak bernama Billy yang rajin dan patuh dengan orang tua dan guru. Dia ingin meraih cita cita nya menjadi Polisi,” ujar perwira yang akrab disapa Bowo itu.

Baca Juga: Wayang Karakter Brawijayan UB-UNESCO Angkat Lakon 'Bhinneka Tunggal Ika' untuk Generasi Muda 

Tokoh-tokoh wayang dengan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak dinilai lebih relevan. Sehingga pesan tentang berani berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, tertib berlalu lintas, serta pentingnya memiliki cita-cita sejak kecil dapat tersampaikan.

"Anak-anak usia dini lebih mudah memahami sesuatu melalui visual dan cerita. Karena itu Wayang menjadi media edukasi yang menyenangkan sekaligus efektif untuk membangun karakter mereka. Harapannya mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, dan mencintai budaya Indonesia," pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

  Mengenal 10 Tarian Khas Jawa Timur, Ada Tari Thengul yang Terinspirasi dari Wayang

Mengenal 10 Tarian Khas Jawa Timur, Ada Tari Thengul yang Terinspirasi dari Wayang

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya, termasuk ragam tarian tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakatnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer