KOTA, JP Radar Kediri -Wali Kota Abdullah Abu Bakar berupaya mengenalkan Pancasila lewat cara yang berbeda. Dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila kemarin, Mas Abu mewajibkan pemutaran mars Pancasila tiap pukul 14.00 di tempat umum. Aturan itu juga berlaku bagi sejumlah mal di Kota Kediri.
Instruksi pemutaran mars Pancasila diungkapkan Mas Abu saat launching Gerakan Kebangsaan sekitar pukul 13.00 kemarin. Suami Ferry Silviana Veronica itu mengungkapkan, pemutaran mars Pancasila dilakukan untuk memupuk rasa nasionalisme. “Anak-anak sudah banyak yang tidak tahu mars Pancasila. Makanya, diingatkan dengan pemutaran setiap hari,” ujarnya.
Meski tidak ada surat edaran (SE) atau instruksi khusus lainnya, Mas Abu mengaku bersyukur karena Gerakan Kebangsaan itu disambut oleh masyarakat. Contohnya, saat dia masuk ke salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri sekitar pukul 11.00 kemarin, pengelola sudah mengumumkan jika pukul 14.00 akan diputar Mars Pancasila.
Pemutaran mars Pancasila, lanjut pria yang gemar bersepeda itu, sekaligus juga untuk mengimbangi gencarnya arus globalisasi. Dengan cara yang sederhana itu, Mas Abu berharap generasi milenial sekarang akan mengenal Pancasila.
Jika sekarang baru mengenalkan lewat lagu, Mas Abu menyebut ke depan akan mengembangkan lewat beberapa cara. Di antaranya, lewat lomba-lomba yang melibatkan masyarakat secara luas. “Bisa melibatkan content creator. Jadi, mengenalkan Pancasila dengan cara yang asyik,” lanjut bapak empat anak itu.
Lebih jauh, wali kota dua periode itu menuturkan, Pancasila sebenarnya sudah akrab dengan warga Kota Kediri sejak lama. Indikasinya, dengan ditemukannya relief Garuda Muka di kompleks Setono Gedong. Kemudian, di depan museum Airlangga juga ada patung garuda.
Bahkan menurut Mas Abu, SD Pawyatan Daha juga sudah mengaplikasikan Pancasila dalam pembelajaran. “Misalnya, kalau ada anak yang berantem itu melanggar sila ke dua Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab,” tuturnya.
Untuk diketahui, selain di pusat perbelanjaan, mars Pancasila juga diputar di sejumlah perempatan lampu merah pukul 14.00 kemarin. Kasi Teknologi dan Informasi Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kota Kediri Joko Subiyanto menjelaskan, total ada 17 persimpangan yang dilengkapi air traffic control system (ATCS) yang memutar mars tersebut. “Pemutaran (mars Pancasila, Red) berdurasi satu menit,” bebernya.
Pantauan koran ini di simpang 4 Semampir kemarin, mars Pancasila memang diputar tepat pukul 14.00. Meski demikian, saat mars diputar, pengendara tidak diberhentikan serentak seperti saat detik-detik peringatan Kemerdekaan Indonesia. Melainkan, traffic light tetap beroperasi seperti sedia kala.
Sehingga, mars Pancasila hanya didengarkan oleh tiga sisi yang lampunya merah. Adapun satu sisi yang lampunya menyala hijau, pengendara tetap melanjutkan perjalanan seperti biasa. (ik2/ica/ut)
Editor : adi nugroho