JP Radar Kediri - Persik Kediri mengambil langkah berisiko di Super League 2026/2027.
Bagaimana tidak, lebih dari separo skuad Macan Putih di musim lalu telah diganti oleh manajemen.
Lalu, para pemain lokal anyar yang didatangkan juga mayoritas masih muda.
Di sisi lain, sebagian pemain asing Macan Putih juga berstatus 'baru' di sepak bola Indonesia.
Seperti Marcelo Djalo, Park Jun-heong, serta Reno Piscopo. Praktis, Persik Kediri harus bekerja sangat keras agar skuad 'anyar' ini bisa memberi hasil terbaiknya.
Baca Juga: Minta Persikmania Ramaikan Stadion, Dukungan Suporter Bikin Macan Putih Tambah Kuat Lagi
Tentunya, adaptasi menjadi tantangan terbesar tim atas perombakan skuad yang dilakukan.
“So far (adaptasi, Red) masih oke,” ujar Sport Director Persik Kediri Razzi Taruna.
Pria berkacama itu menyebut, proses adaptasi di tim Macan Putih berjalan dengan baik.
Bahkan, persaingan sengit di internal tim membuat para pemain muda terus meningkatkan skill-nya untuk menyamai level para pemain berpengalaman lainnya.
“Pemain lokal (yang baru, Red) itu lapar, mau belajar, mau mendengar Marcos. Jadi dinamika belajarnya itu ada dan mereka juga cepat menangkap yang dimau, walaupun ya itu butuh waktu,” terang Razzi.
Menariknya, kehadiran para pemain asing yang telah berusia matang bukanlah sebuah kesengajaan.
Razzi menyebut, pengalaman yang dimiliki Marcelo Djalo ataupun Park akan memberi efek positif terhadap para pemain lain. Khususnya bagi pemain-pemain muda Macan Putih.
“Jadi harapannya mereka bisa membantu mengasih masukan, kasih arahan,” jelasnya.
Namun demikian, Razzi juga mengungkapkan bahwa pihaknya memang sengaja mencari pemain berpengalaman untuk memperkuat sektor pertahanan.
Alasan utamanya karena jumlah kebobolan yang dicatatkan Persik Kediri musim lalu.
Baca Juga: Alasan Persik Kediri Rekrut Pemain Muda, Razzi: "Mereka Masih Lapar"
Menurutnya, itu menjadi pekerjaan rumah (PR) utama yang harus terselesaikan.
“Asingnya kami datangkan yang senior terutama di lini pertahanan karena itu yang kemarin jadi catatan minornya Persik,” beber Razzi.
Menurutnya, kombinasi antara pemain muda serta pemain asing berpengalaman ini memang sengaja dibangun.
Tujuannya untuk membuat persaingan di skuad Persik Kediri makin sehat.
Harapannya, skuad baru Macan Putih ini bisa memberikan prestasi yang lebih baik dari musim sebelumnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita