Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Menguat Jumat Pagi ke Rp17.628 per Dolar AS, Ditopang Pelemahan Dolar AS

Z
Rupiah anjlok hampir menyentuk 17.000
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini menguat 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.628 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.

Advertisement

JP Radar Kediri – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (4/9/2026). Rupiah tercatat naik 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.628 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.

Ditopang Pelemahan Indeks Dolar AS

Advertisement

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, penguatan rupiah pagi ini didukung oleh melemahnya indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,69 persen ke level 98,91. Pelemahan tersebut sejalan dengan turunnya imbal hasil obligasi (US Treasury) AS, meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih dovish, serta penguatan tajam yen Jepang.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September ini pun tercatat menurun signifikan, menyusul komentar dari salah satu pejabat The Fed, Christopher Waller.

Penguatan Diperkirakan Masih Terbatas

Advertisement

Meski dibuka menguat, Andry memperkirakan ruang penguatan rupiah masih akan terbatas ke depan. Penguatan lebih lanjut berpotensi tertahan oleh harga minyak Brent yang masih berada di atas 95 dolar AS per barel, serta ketegangan konflik Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya mereda.

Pelaku pasar juga masih akan bersikap hati-hati menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat malam waktu setempat. Andry menjelaskan, data nonfarm payrolls (NFP) yang keluar lebih kuat dari perkiraan berpotensi kembali mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga bisa mendorong penguatan dolar AS dan menekan kembali nilai tukar rupiah.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Andry mengatakan, "rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS."

Rangkaian Penguatan Beberapa Hari Terakhir

Penguatan hari ini melanjutkan tren serupa yang sempat terlihat pada perdagangan Kamis (3/9), ketika rupiah dibuka menguat 50 poin ke Rp17.713 per dolar AS di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran. Rangkaian pergerakan rupiah dalam sepekan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan sentimen domestik maupun global, mulai dari data inflasi dalam negeri, kebijakan The Fed, hingga situasi geopolitik di Timur Tengah.

IHSG Turut Dibuka Menguat

Sejalan dengan penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut dibuka menguat 0,50 persen ke level 6.701,31 pada perdagangan pagi ini, dari penutupan sebelumnya di 6.667,89, mencerminkan sentimen positif yang menyelimuti pasar keuangan domestik pagi ini.

Advertisement

Artikel Terkait

Rupiah Diprediksi Bergerak Mendatar, Pasar Sinyal Nanti dari Pidato Gubernur The Fed

Rupiah Diprediksi Bergerak Mendatar, Pasar Sinyal Nanti dari Pidato Gubernur The Fed

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak sideways atau mendatar pada perdagangan Jumat (28/8/2026).

Rupiah Menguat Usai BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan

Rupiah Menguat Usai BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026).

Rupiah Menguat Tipis Selasa Pagi, Tembus Rp17.798 per Dolar AS

Rupiah Menguat Tipis Selasa Pagi, Tembus Rp17.798 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026) bergerak menguat 29 poin atau 0,16% menjadi Rp17.798 perdolar AS

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer