KEDIRI, JP Radar Kediri– Skuad Macan Putih banyak menelan pil pahit di putaran kedua kompetisi.
Pada pekan 26 hingga 30, Persik Kediri hanya mencatatkan satu kemenangan. Hasil buruk inilah yang membuat situasi Persik Kediri mengkhawatirkan.
Untung saja, nasib baik berpihak ke Macan Putih di pekan ke-30 kemarin.
Sebab, anak asuh Marcos Reina Torres ini tak perlu turun tangga peringkat.
Yakni tetap di peringkat 12. Itu karena PSM Makassar dan Persijap Jepara juga memperoleh hasil negatif di pekan ke-30.
Yang mana, kedua tim itu berada tepat di bawah peringkat Persik Kediri.
Di sisi lain, tim yang berada di zona degradasi juga tidak ada yang meraih kemenangan di pekan ke-30.
Sehingga, situasi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Macan Putih.
Meski begitu, owner Persik Kediri Arthur Daniel Irawan menegaskan bahwa skuad Macan Putih harus bisa menentukan nasibnya sendiri.
“Kami tidak boleh mikirin tim lain, posisi kami masih ada di tangan kami,” jelas bos Persik Kediri tersebut.
Menurutnya, tim-tim lain di papan bawah juga tengah berjuang untuk bisa bertahan di Super League.
Situasi memang makin menegangkan kala di beberapa pekan sebelumnya, tim papan bawah berhasil meraih hasil positif.
Sebut saja Persijap Jepara, PSM Makassar, Madura United FC, dan Persis Solo yang mendapat kemenangan di pekan ke-29.
Terbaru, Persis Solo berhasil meraih tiga poin di pekan 31-nya. Situasi inilah yang membuat zona degradasi belum final.
Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Wasit Selalu Kecewakan Skuad Macan Putih
“Semuanya nggak aman, papan bawah juga lagi trennya kebanyakan positif,” kata pria yang akrab disapa Arthur itu.
Dia mengaku kecewa dengan hasil kontra Borneo FC Samarinda pada Rabu (29/4) di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Hanya saja, laga tersebut sudah berlalu. Selanjutnya, Persik Kediri tidak boleh kehilangan poin lagi.
Pasca melawan Arema FC, laga kontra Semen Padang FC harus bisa menang.
“Sekarang yang kami kejar itu hasil. Lawan Arema dan Padang harus maksimal, itu yang pertama, lalu kami pikirkan dua pertandingan terakhir,” tegasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita