JP Radar Kediri - Menghafal sering menjadi salah satu cara yang digunakan siswa ketika menghadapi banyak materi. Definisi, rumus, istilah, tanggal, hingga poin penting dalam buku dapat diulang berkali-kali agar lebih mudah diingat.
Namun, kemampuan mengingat belum selalu berarti seseorang benar-benar memahami materi. Dalam proses belajar, hafalan dan pemahaman memiliki fungsi yang berbeda dan dapat digunakan secara bersamaan sesuai kebutuhan.
Tidak Semua Materi Membutuhkan Cara yang Sama
Beberapa informasi memang perlu diingat agar dapat digunakan kembali dengan cepat. Istilah dasar, simbol, kosakata, atau fakta tertentu dapat menjadi fondasi untuk mempelajari materi yang lebih kompleks.
Baca Juga: iPhone 11 Pro Max vs iPhone 13 Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Namun, ada pula materi yang membutuhkan pemahaman terhadap hubungan antarkonsep. Siswa tidak cukup hanya mengingat kalimat tertentu, tetapi perlu mengetahui mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana konsep tersebut digunakan.
Karena itu, strategi belajar dapat disesuaikan dengan jenis materi yang sedang dipelajari.
Mengingat dan Memahami Bukan Hal yang Sama
Seseorang mungkin dapat mengulang sebuah definisi dengan tepat, tetapi masih kesulitan menjelaskannya menggunakan kalimat sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa mengingat informasi dan memahami maknanya merupakan proses yang berbeda.
Baca Juga: Second Lead Syndrome, Kenapa Penonton Justru Bisa Lebih Memihak Tokoh Kedua?
Pemahaman biasanya terlihat ketika siswa mampu menjelaskan kembali konsep, memberikan contoh, membandingkan beberapa gagasan, atau menggunakan pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda.
Pemahaman Membantu saat Menghadapi Soal Baru
Hafalan dapat membantu ketika pertanyaan meminta informasi yang sudah pernah dipelajari secara langsung.
Namun, ketika soal disajikan dalam bentuk berbeda atau membutuhkan penerapan konsep, pemahaman menjadi lebih penting.
Siswa yang memahami sebuah rumus, misalnya, tidak hanya mengingat bentuknya. Mereka juga mengetahui kapan rumus tersebut digunakan dan informasi apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Hal yang sama berlaku pada mata pelajaran lain. Memahami hubungan sebab-akibat dapat membantu siswa menjawab pertanyaan yang tidak sama persis dengan contoh di buku.
Baca Juga: Panggung Talenta Muda Jatim: Futsal Pelajar di GOR Jayabaya Sedot Lebih dari 5.500 Penonton
Hafalan Tetap Memiliki Peran
Meski pemahaman penting, hal tersebut bukan berarti hafalan tidak dibutuhkan sama sekali.
Pengetahuan dasar yang sudah tersimpan dalam ingatan dapat membuat proses berpikir menjadi lebih cepat. Siswa tidak harus selalu mencari kembali informasi sederhana setiap kali ingin memahami materi lanjutan.
Karena itu, hafalan dapat berfungsi sebagai bekal awal, sementara pemahaman membantu informasi tersebut digunakan dengan lebih fleksibel.
Menjelaskan Kembali Bisa Membantu Mengecek Pemahaman
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah materi sudah dipahami adalah mencoba menjelaskannya kembali tanpa hanya membaca catatan.
Siswa dapat menggunakan kalimat sendiri, membuat contoh, atau membayangkan sedang menjelaskan materi kepada orang lain.
Baca Juga: Jelang Bergulirnya Super League, PSS Sleman Tunjukkan Tren Positif di Sesi Latihan
Jika masih sulit menjelaskan bagian tertentu, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa materi perlu dipelajari kembali.
Latihan soal juga dapat digunakan untuk melihat apakah pengetahuan yang dipelajari sudah dapat diterapkan, bukan hanya diingat.
Belajar Tidak Hanya soal Mengingat Sebanyak Mungkin
Materi yang banyak terkadang membuat siswa merasa perlu menghafal seluruh isi buku atau slide. Padahal, belajar juga membutuhkan kemampuan memilih informasi penting dan memahami hubungan di antara informasi tersebut.
Membuat rangkuman, peta konsep, contoh sendiri, atau menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari dapat membantu membangun pemahaman.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru 1 September 2026 untuk Wilayah Jawa Timur
Cara tersebut tidak harus menggantikan hafalan. Keduanya dapat digunakan bersama sesuai tujuan pembelajaran.
Pada akhirnya, tidak semua materi harus dipelajari dengan cara menghafal. Ada informasi yang memang perlu diingat, tetapi pemahaman membantu siswa mengetahui makna, hubungan, dan cara menggunakan informasi tersebut.
Belajar karena itu bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang dapat diingat, tetapi juga seberapa jauh pengetahuan tersebut dapat dijelaskan dan digunakan kembali
Editor : Shinta Nurma Ababil