Harga Ayam dan Pangan Dongkrak Inflasi, Stok September Jadi Perhatian

KOTA, JP Radar Kediri – Harga sejumlah bahan pangan menjadi pemicu utama inflasi Kota Kediri pada Agustus 2026. Kenaikan paling terasa terjadi pada daging ayam ras yang melonjak 19,55 persen. Sehingga memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan sebesar 0,30 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi Agustus 2026 mencapai 0,43 persen secara bulanan (m-to-m). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 0,34 persen dan nasional sebesar 0,21 persen.
Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Agustus. “Kelompok tersebut mengalami kenaikan harga 1,43 persen dan memberikan andil 0,39 persen terhadap inflasi,” ucapnya.
Baca Juga: Inflasi Agustus 2026 Naik Jadi 3,19 Persen, Harga Ayam hingga Emas Perhiasan Jadi Biang Kerok
Pihaknya juga mencatat kenaikan harga beras yang mungkin karena terjadi penurunan stok di bulan juni. Sehingga berdampak pada harga konsumen pada bulan agustus. Juga daging ayam ras yang meski fluktuatif namun tercatat secara rata rata memang mengalami kenaikan.
Selain daging ayam ras, kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan. Cabai rawit naik 14,46 persen, beras 1,02 persen, pepaya 15,52 persen, kacang panjang 22,45 persen, semangka 9,77 persen, serta beberapa komoditas lainnya.
Khusus daging ayam ras, BPS mencatat kenaikan harga terjadi signifikan sepanjang Agustus. Tingginya permintaan pada momentum HUT Kemerdekaan RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sebanding dengan kapasitas produksi. Sehingga mendorong harga di tingkat konsumen.
Kondisi serupa juga perlu dicermati pada September. BPS menilai ketersediaan stok dan distribusi bahan pangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Terutama untuk beras, daging ayam ras, telur ayam ras, serta komoditas pangan lainnya.
“Perlu diperhatikan ketersediaan stok dan distribusi, terutama pada komoditas bahan pangan. Apakah kapasitas produksi masih sebanding untuk memenuhi permintaan dalam kota selama September 2026,” tutur Emil.
Tekanan inflasi September tidak hanya berasal dari pangan. Harga BBM nonsubsidi juga menjadi perhatian. Pasalnya penyesuaian tarif masih berlangsung dan berpotensi memberikan efek lanjutan terhadap harga komoditas lainnya.
Pada Agustus, harga Pertamax tercatat turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo turun dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.



