KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pelaksanaan tes kompetensi akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Kediri mulai digelar sejak Senin (6/4).
Namun, tidak semua siswa mengikuti ujian tersebut.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri mencatat ada belasan siswa yang absen pada hari pertama pelaksanaan.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari sakit hingga memilih tidak mengikuti TKA. Pada hari pertama pelaksanaan terdapat sedikitnya 19 siswa yang tidak hadir.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena rekapitulasi keseluruhan peserta masih berlangsung.
Dari data sementara, mayoritas siswa yang absen tidak hadir saat ujian berlangsung.
“Lainnya masih kami rekap,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi.
Wawan merinci, beberapa siswa tidak mengikuti TKA karena sakit maupun mengalami kecelakaan.
Selain itu, terdapat pula siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Seperti yang terjadi di SMPN 3 Wates.
Di mana tiga siswa tercatat tidak mengikuti TKA tanpa alasan yang jelas.Meski demikian, pihaknya memastikan ketidakhadiran tersebut tidak menjadi persoalan besar.
Sebab, TKA bukan merupakan ujian wajib dan tidak menentukan kelulusan siswa.
Disdik juga telah menyiapkan jadwal ujian susulan bagi siswa yang belum mengikuti.
“Masih ada jadwal ujian susulan. Jadi masih bisa ikut saat itu,” ucapnya.
Ujian susulan TKA dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 17 Mei mendatang.
Baca Juga: Segera Perbaiki Jalan Pasar Induk Pare, Pemkab Kediri Siapkan Los Baru untuk Tekan Kemacetan
Dengan adanya jadwal tersebut, siswa yang berhalangan hadir tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Wates Widyanti Nugraheni mengungkapkan, tiga siswanya memang sengaja tidak mengikuti TKA.
Sesuai dengan keputusan orang tua siswa yang bersangkutan.
Pihak sekolah telah melakukan upaya persuasi dengan menghadirkan orang tua siswa. Namun, keputusan tetap berada di tangan keluarga.
“Sudah kami persuasi dan orang tua juga kami datangkan, tapi memang tidak berkenan ikut. Karena tidak wajib, kami tidak bisa memaksa,” tutur Widyanti.
Dia menambahkan, keputusan tersebut tidak akan berdampak pada kenaikan kelas siswa.
Hanya saja, pihak sekolah tetap memberikan pemahaman terkait pentingnya TKA.
Terutama sebagai gambaran kebutuhan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
“Kalau nanti pas SMA itu dibutuhkan gimana kalian? Kan sudah enggak ada TKA lagi gitu. Katanya gapapa karena mau ke pondok,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita