Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempat Menguat di Pembukaan, IHSG Justru Berbalik Melemah

S
Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,19% ke posisi 5.986,50. Sepanjang hari, indeks diperdagangkan pada level 5.987,01—5.890,44. Sebanyak 450 saham menguat, 222 melemah, dan 289 saham stagnan.(Salman Toyibi/Jawa Pos)
Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,19% ke posisi 5.986,50. Sepanjang hari, indeks diperdagangkan pada level 5.987,01—5.890,44. Sebanyak 450 saham menguat, 222 melemah, dan 289 saham stagnan.(Salman Toyibi/Jawa Pos)

Advertisement

JP Radar Kediri – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (13/7/2026) dengan penguatan, di tengah sentimen global yang masih diselimuti ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 10,36 poin atau 0,17% ke level 5.934,72. Sebanyak 223 saham menguat, 96 saham melemah, dan 340 saham lainnya bergerak stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp161,45 miliar yang melibatkan 447,22 juta saham dalam 62.926 kali transaksi.

Advertisement

Namun, hanya berselang beberapa menit setelah pasar dibuka, IHSG terpantau berbalik arah dan justru bergerak ke zona merah.

Fokus Pasar Pekan Ini: Deretan Data Makroekonomi

Memasuki pekan perdagangan ini, pelaku pasar global maupun domestik akan memusatkan perhatian pada serangkaian rilis data makroekonomi penting. Data-data tersebut diyakini akan memberi petunjuk lebih jauh soal arah kebijakan moneter bank-bank sentral utama dunia, efektivitas langkah pemulihan ekonomi, serta dampak eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah terhadap stabilitas harga komoditas global.

Advertisement

Indikator yang dinanti mencakup data neraca perdagangan, inflasi tingkat konsumen dan produsen, pertumbuhan ekonomi, hingga posisi utang luar negeri.

Bursa Asia Kompak Menguat di Pagi Hari

Sementara itu, bursa saham kawasan Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Senin, kendati ketegangan geopolitik masih membayangi sentimen pasar. Di jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,28% dan Topix menguat 0,72%. Di Korea Selatan, Kospi bertambah 0,58% sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,84%. Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka relatif datar.

Pendiri Fed Watch Advisors, Ben Emons, menyebutk potensi penutupan Selat Hormuz masih menjadi factor pembayang sentiment pasar. Namun selama belum ada indikasi nyata penutupan jalur pelayaran strategis tersebut dalam beberapa bulan mendatang yang dapat memicu krisis energi global, perhatian investor dinilai akan lebih tertuju pada data inflasi AS, arah kebijakan moneter, dan musim laporan keuangan perbankan.

Musim Laporan Keuangan Bank Besar AS Dimulai

Sorotan utama Wall Street pekan ini datang dari sejumlah bank raksasa yang dijadwalkan merilis kinerja keuangan kuartal II-2026, di antaranya JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo bagian dari 28 emiten anggota indeks S&P 500 yang akan mengumumkan hasilnya pekan ini.

Selain sektor perbankan, laporan keuangan Netflix, Johnson, dan UnitedHealth juga dinantikan pasar sebagai gambaran  kondisi ekonomi dan daya tahan konsumsi masyarakat AS. Berdasarkan data FactSet, analis memproyeksikan laba emiten S&P 500 pada kuartal II-2026 tumbuh lebih dari 23% secara tahunan.

Tren Investasi AI Diyakini Berlanjut hingga 2028

 Chief Investment Officer Raymond James, Larry Adam, memperkirakan sektor teknologi tetap akan jadi pusat perhatian investor, terutama terkait keberlanjutan dorongan kecerdasan buatan (AI) terhadap pertumbuhan laba perusahaan .

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Buntut Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Buntut Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami lonjakan yang signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7). Hal ini buntut ketegangan geopolitik di Timur Teng

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Cek Antam, UBS, dan Galeri24

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Cek Antam, UBS, dan Galeri24

Harga emas pegadaian hari ini, 13 Juli 2026 menunjukkan perubahan harga untuk emas batangan Antam, Galeri 24, dan UBS. Ukuran 0,5 gram, emas Antam dijual Rp1.434.00

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juli 2026 Turun Rp20.000, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juli 2026 Turun Rp20.000, Cek Rinciannya

Harga emas Antam hari ini, Senin (13/7/2026) terpantau mengalami penurunan Rp20.000 dari semula Rp2.655.000 menjadi Rp2.635.000 per gram.Adapun harga beli kembali

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer