JP Radar Kediri - Memasuki pertengahan bulan Februari 2026, proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) reguler untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 1 menunjukkan progres yang signifikan.
Terlihat dari keempat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BSI melaporkan adanya lonjakan aktivitas pencairan secara masif oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga tengah melakukan percepatan distribusi yang sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Pemerintah Lakukan Perubahan Dinamis Terhadap Penerima Bansos 2026
Status penerima bansos di tahun 2026 ini bersifat dinamis dan akan selalu menyesuaikan dengan pembaruan data secara berkala.
Sehingga, sangat memungkinkan KPM menerima bansos di satu triwulan, namun tidak di triwulan berikutnya jika kondisi ekonominya dinilai sudah membaik, begitupun sebaliknya.
KPM yang Diutamakan Menerima Bansos
Penyaluran ini difokuskan kepada masyarakat miskin yang masuk dalam kelompok ekonomi Desil 1 hingga Desil 4.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan terdapat dua jenis bansos yang disalurkan dengan sasaran utama keluarga miskin dan rentan.
Dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2), Gus Ipul mengatakan, terdapat dua jenis bansos yang akan disalurkan jelang lebaran, yakni PKH dan bantuan sembako, serta bantuan pangan untuk korban bencana.
Adapun fokus utama penerima bantuan diarahkan kepada kelompok paling rentan.
"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," ujarnya.
Untuk memastikan dana langsung sampai ke tangan yang berhak, pemerintah mendistribusikannya melalui agen PT Pos Indonesia serta langsung ditransfer ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing KPM.
Sebagai bukti nyata kelancaran program ini, sejumlah agen perbankan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan bahwa dana BPNT sebesar Rp600.000 untuk alokasi awal tahun telah berhasil masuk ke rekening KKS warga secara bertahap.
Bank Himbara Mulai Cairkan Bansos
Berdasarkan data pantauan di lapangan, tiap-tiap Bank Himbara berfokus mencairkan dana di berbagai titik wilayah yang berbeda:
Bank Mandiri: Mengakselerasi penyaluran di area Sumatera (seperti Tapanuli Utara, Pasaman, Batubara) dan sebagian kawasan Pulau Jawa (Ciamis dan Cilacap).
Bank BRI: Terpantau masif melayani penarikan tunai KPM di kawasan NTB (Lombok, Bima), Jawa Tengah (Banyumas, Klaten), hingga Sulawesi (Pangkep, Takalar).
Bank BNI: Penyaluran difokuskan untuk masyarakat di Jawa Timur (Blitar, Madiun), Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur), hingga wilayah Nusa Tenggara Timur (Kupang).
Bank BSI: Menjadi saluran utama bagi KPM di Provinsi Aceh, meliputi wilayah Banda Aceh, Lhokseumawe, hingga Aceh Singkil.
Jadwal Penyaluran Bansos PKH Tahap 1 Februari 2026
Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama dilakukan pada bulan Januari-Maret 2026. Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan pencairan dana dilakukan secara bertahap sepanjang Februari 2026, dengan jadwal berbeda di tiap daerah bergantung pada kesiapan administrasi dan infrastruktur perbankan setempat.
Perlu dipahami, penyaluran dilakukan bertahap berdasarkan wilayah dan kesiapan infrastruktur daerah, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau tetap tenang serta aktif mengecek informasi terbaru terkait status bantuan mereka.
Nominal Bantuan PKH Berdasarkan Komponen
Besaran bantuan PKH ditentukan berdasarkan kondisi anggota keluarga:
- Ibu hamil dan anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun
- Siswa SMA: Rp2 juta per tahun
- Lansia dan disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: hingga Rp10,8 juta
Yang akan mendapat bansos adalah mereka yang terdaftar desil satu hingga empat.
Desil satu: Sangat miskin
Desil dua: Miskin
Desil tiga: Hampir miskin
Desil empat: Pas-pasan
BLT Kesra tahun ini akan diberikan kepada KPM yang sudah menerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT, serta masyarakat yang belum pernah sama sekali menerima bantuan dari pemerintah.
Sebagai informasi, Desil merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kelompok atau tingkatan kesejahteraan rumah tangga. Desil ini dibedakan menjadi sepuluh tingkatan.
1. Desil satu yaitu Masyarakat yang masuk kategori tingkat kesejahteraan terendah dan masuk miskin ekstrim.
2. Desil dua sampai empat merupakan Masyarakat yang masuk kategori miskin dan rentan.
3. Desil lima sampai sepuluh ialah mereka yang memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi dan telah dianggap mampu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil