Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Marsinah, Simbol Perjuangan Buruh Yang Kini Resmi Sandang Gelar Pahlawan Nasional

Shinta Nurma Ababil • Senin, 10 November 2025 | 19:54 WIB
Marsinah
Marsinah

JP Radar Kediri – Nama Marsinah masuk dalam daftar 10 pahlawan nasional yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto hari ini. Di hadapan ribuan buruh yang memperingati May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus), Presiden Prabowo menyatakan dukungan terhadap usul menjadikan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

Tepat di hari pahlawan nasional ini, 10 November, Presiden Prabowo Subianto berencana mengumumkan 10 nama yang akan masuk ke dalam daftar pahlawan nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/11) malam dilansir dari Jawapos, membenarkan pengumuman nama tersebut terdiri kurang lebih 10 nama.

Dalam 10 nama tersebut terdapat nama diantaranya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Jawa Timur), Jenderal Besar Soeharto (Jawa Tengah), Aktivis buruh Marsinah (Jawa Timur).

 Baca Juga: Penetapan Soeharto Pahlawan Nasional Tuai Pro Konta, Menteri Sosial : Mari kita Ingat yang Baik-baik

Marsinah merupakan simbol perjuangan buruh di Indonesia. Marsinah adalah aktivis buruh yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Dia dikenal sebagai perempuan pemberani.

Marsinah tidak segan memperjuangkan hak-hak pekerja dan kaum buruh.

Meski hidup di zaman Orde Baru, Marsinah tidak pernah takut bergerak di jalur perjuangan. Pada 1993, dia memimpin unjuk rasa dengan tuntutan menaikan upah pekerja di pabrik tempat dia bekerja.

Saat itu, Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya, sebuah pabrik pembuat jam yang berada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Perjuangan Marsinah terhenti karena dia dinyatakan hilang. Pada 9 Mei 1993, jenazah Marsinah ditemukan dalam keadaan tragis.

 Baca Juga: 40+ Ucapan Hari Pahlawan Nasiona, Singkat Namun Penuh Makna

Jenazah Marsinah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gubuk di wilayah Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk, Jatim.

Tubuhnya penuh luka dan beberapa tulangnya patah. Karena itu, sampai saat ini Marsinah menjadi simbol perjuangan para buruh.

Marsinah lahir di Nganjuk pada 10 April 1969. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Mastin dan Ibu Samini.

Setelah ibunya meninggal saat ia masih kecil, Marsinah diasuh oleh sang nenek.

Namun di balik kesederhanaan itu, tumbuh api keberanian yang menyala tanpa takut padam.

Sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, Marsinah dikenal vokal dan cerdas. Ia aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT CPS.

Keteguhan hatinya memperjuangkan hak-hak buruh membuatnya dihormati sekaligus "dibidik".

Tahun 1993, Marsinah ditemukan tewas setelah tiga hari diculik. Tubuhnya penuh luka penyiksaan.

Namun, kematiannya justru menyalakan api yang lebih besar. Ia menjadi simbol perlawanan dan suara bagi mereka yang tak bisa bersuara.

Makam Marsinah berada di pemakaman umum (TPU) di Desa Nglundo. Mudah untuk menemukan makamnya karena memiliki ciri khas dari makam lainnya.

Makam Marsinah memiliki atap dan berpagar dengan warna merah dan putih. Di pagarnya, terpajang foto mendiang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#hari pahlawan 10 november #Marsinah Pahlawan Nasional #gelar pahlawan nasional #pahlawan nasional #marsinah #hari pahlawan nasional