JP Radar Kediri – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok pada 2026. Menurutnya, kebijakan ini diambil demi menjaga jutaan lapangan kerja yang lahir dari industri rokok.
Purbaya bahkan menyindir Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia meminta agar kementerian itu tidak sekadar bersuara keras tanpa memberi solusi konkret.
“Kalau tidak bisa ciptakan lapangan kerja sebanyak pegawai rokok, ya jangan banyak ngomong. Negara butuh keseimbangan agar industri tidak mati,” kata Purbaya, Kamis (2/10).
Industri Jangan Dimatikan Tanpa Solusi
Purbaya menegaskan, kebijakan negara harus berjalan seimbang. Jika industri rokok ditekan habis-habisan tanpa pengganti lapangan kerja yang jelas, maka dampaknya bisa menghantam perekonomian dan masyarakat luas.
“Kalau industri rokok mati tanpa ada solusi penggantian pekerjaan, jelas akan jadi masalah. Kebijakan kesehatan pun harus bertahap, sambil dibarengi program alternatif,” ujarnya.
Pro-Kontra Sudah Dihitung
Ia menambahkan, segala pro-kontra soal rokok sudah diperhitungkan. Menurut Purbaya, keputusan pemerintah bukan untuk menyenangkan satu pihak saja, melainkan agar manfaat ekonomi dan sosial bisa dirasakan secara maksimal.
Anak Muda dan Edukasi Merokok
Terkait keresahan meningkatnya jumlah anak muda yang merokok, Purbaya mengakui perlunya langkah edukasi dan sosialisasi. Namun ia menegaskan, hingga kini belum ada program pengganti besar-besaran lapangan kerja selain yang ada di industri rokok.
“Edukasi itu penting, tapi jangan lupa pekerja-pekerja di industri ini juga harus dipikirkan,” katanya.
Editor : Jauhar Yohanis