JP Radar Kediri-Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri memamerkan 60 karya inovasi mahasiswa dari berbagai bidang, kemarin (22/7).
Tak sekadar membuat teknologi baru, karya yang dipamerkan di Pekan Inovasi Nusantara 2026 itu juga membidik kebermanfaatan bagi masyarakat.
Rektor UNP Kediri Dr Zainal Afandi, M.Pd mengatakan, pameran karya itu merupakan hasil riset dan pengembangan dari tugas akhir mahasiswa.
Inovasi dibuat oleh para mahasiswa dari 12 program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.
“Hasil karya ini tidak hanya dipamerkan, sekaligus nanti kami hibahkan kepada masyarakat. Sehingga keinginan dari kementerian agar kampus berdampak itu bisa kita wujudkan,” ujarnya ditemui usai menghadiri pameran di Gedung CMN Kampus 1 UNP Kediri.
Sejumlah produk inovasi yang dipamerkan kemarin merupakan alat tepat guna. Misalnya, mesin pembuatan keju mozzarella otomatis, pencacah rumput, teknologi pendeteksi penebangan pohon liar dan bencana alam, hingga pendeteksi tangisan bayi.
Ada pula beberapa inovasi media ajar dari mahasiswa FKIP.
“Kami juga mendorong teman-teman mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk menciptakan dan mengembangkan media pembelajaran yang hasilnya juga kami serahkan ke sekolah-sekolah mitra,” terang Zainal.
Baca Juga: Jalan Panjang Dr Drs Mochamad Muchson SE Meraih Titel Guru Besar UNP Kediri
Zainal berharap alat-alat inovasi itu bisa membantu mempermudah masyarakat. Termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ikut terbantu melalui teknologi baru yang dibuat.
Ketua Pelaksana Pekan Inovasi Nusantara 2026 Risky Aswi Ramadhani menambahkan, lewat pameran inovasi kemarin diharapkan karya mahasiswa bisa bermanfaat dan diterapkan oleh masyarakat.
Sehingga tujuan hilirisasi penelitian mahasiswa di masyarakat bisa tercapai.
“Intinya di universitas kami tidak hanya ada pengajaran saja. Tetapi kami memiliki kewajiban untuk meneliti dan mengabdi,” terang dosen Informatika itu.
Baca Juga: Cek Biaya Kuliah UNP Kediri 2026: Ada Potongan Uang Gedung hingga 100%!
Lewat pekan inovasi kemarin, menurut Rizky pihak kampus juga bisa melihat animo masyarakat terhadap produk buatan mahasiswa. Jika sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak menutup kemungkinan produk bisa diproduksi secara massal.
“Jadi seumpama ada media ajar yang bagus di teman-teman PAUD atau TK, kalau animonya bagus bisa kami buat produksi massal dan bisa disebarkan ke masyarakat,” tandasnya.
Salah satu inovasi menarik yang dipamerkan kemarin adalah Desa Sigap, Sistem Siaga Bencana. Ilham Khefi Ramadhanu, mahasiswa pengembang inovasi itu mengaku tergerak menciptakan produk pendeteksi bencana setelah melihat bencana banjir di Aceh awal 2026 lalu.
Lewat konsep Internet of Things (IoT), dia membuat alat sensor. Salah satunya, bisa mengklasifikasikan suara penebangan pohon di hutan.
“Karena kami mengambil isu lingkungan dan penebangan pohon ilegal yang semakin marak, jadi kami membuat klasifikasi suara untuk mendeteksi suara gergaji. Ada dua klasifikasi jenis gergaji, yaitu mesin dan manual,” bebernya.
Inovasi itu diharapkan bisa membantu mendeteksi dini bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.
Utamanya yang dipicu oleh penebangan hutan liar dengan menempatkan alat itu di kawasan hutan lindung.
Produk inovasi lainnya yang dipamerkan adalah mesin pembuat keju mozzarella.
Tenang Adi Saputra dan lima temannya menciptakan mesin itu karena terinspirasi pelaku UMKM di Pare yang masih mengelola keju secara manual.
Dengan mesin itu, pembuatan keju mozzarella bisa lebih mudah dan efisien.
“Awalnya kami observasi UMKM di kawasan Pare. Di sana mereka masih terkendala proses pengadukan atau men-stretching. Akhirnya kami buat mesin ini yang berkapasitas 25 kilogram per jam,” ungkapnya.
Selain jadi sumbangan ide, mesin itu juga dihibahkan kepada pelaku UMKM. Dia berharap inovasi itu dapat berdampak bagi masyarakat, khususnya memudahkan kerja pelaku usaha kecil. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri