JP Radar Kediri– Museum Sri Aji Jayabaya terus menjadi magnet wisata edukasi di Kabupaten Kediri. Setelah kembali dibuka untuk umum usai menjalani penataan koleksi dan ruang pamer, kunjungan langsung membeludak. Jumlah kunjungan museum tersebut mencapai ribuan orang dalam satu bulan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pembukaan kembali museum. Tercatat sekitar 280 pengunjung datang pada 19 Mei lalu. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan selama Mei 2026 mencapai 1.181 pengunjung. Sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan edukasi.
“Mayoritas pelajar dan guru yang melakukan kunjungan pembelajaran. Selain itu ada juga masyarakat umum yang memang memiliki minat terhadap museum dan sejarah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melalui Edukator Museum Sri Aji Jayabaya Ari Widya Utomo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Nganjuk, Resmikan Museum Marsinah Sebagai Simbol Perjuangan Buruh
Menurut Ari, sejumlah penataan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sekaligus menjaga keamanan koleksi bersejarah yang dipamerkan. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah mengoptimalkan area tengah museum sebagai jalur sirkulasi pengunjung.
“Bagian tengah kami maksimalkan untuk alur pengunjung karena sebelumnya sering terjadi penumpukan. Sekarang pengunjung lebih leluasa melihat koleksi maupun berfoto,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah arca dan koleksi penting kini ditempatkan di dalam kaca pelindung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat sering disentuh pengunjung sekaligus menjaga kondisi koleksi yang masih utuh.
Saat ini Museum Sri Aji Jayabaya memiliki sekitar 54 koleksi arca yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Beberapa koleksi terbaru berasal dari wilayah Adan-adan dan Gurah.
“Ada juga koleksi tertua di sini itu berasal dari Situs Sumber Cangkring dan diperkirakan berasal dari era Mataram Kuno berdasarkan corak serta karakteristik arkeologisnya,” ucap Ari.
Baca Juga: Pemkab Kediri Genjot Penataan Kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo
Ke depan, museum juga akan menambah ruang pamer baru yang menampilkan warisan budaya tak benda. Di antaranya kesenian tradisional serta cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Kediri.
Untuk menjaga kualitas koleksi, pihak museum melakukan perawatan rutin setiap pekan. Museum tutup setiap hari Senin untuk kegiatan pembersihan dan pemeliharaan seluruh area. Sedangkan layanan kunjungan dibuka mulai Selasa hingga Minggu.
Editor : Andhika Attar Anindita