JP Radar Kediri – Jelang Hari Raya Idul Adha, lapak-lapak penjualan kambing mulai menjamur di sejumlah titik tepi jalan. Pedagang musiman itu salah satunya terlihat di kawasan Kecamatan Papar. Tak jauh dari Stasiun Papar, pedagang mulai menawarkan kambing di lapak-lapak musiman.
Saiful, 32, pedagang kambing asal Kecamatan Plemahan, mengaku mulai membuka lapak penjualan kambing kurban sejak beberapa hari terakhir. Ia membawa sekitar 25 ekor kambing jenis Jawa Randu untuk dijual di lokasi tersebut.
“Alhamdulilah yang terjual sudah sekitar 15 ekor,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Momen Idul Adha, Harga Ternak Sapi di Kediri Mulai Melejit
Lapak yang berada di tepi jalan menurutnya sangat strategis. Dan mayoritas pembeli merupakan pengguna jalan yang kebetulan melintas di sana.
Saiful menyebut, penjualan kambing seperti ini memang hanya dilakukan menjelang Idul Adha. Sedangkan pada hari biasa, kambing dijual langsung dari kandang miliknya.
“Hanya jualan musiman mendekati Idul Adha. Kalau hari biasa jual di kandang,” ungkapnya.
Harganya pun bervariasi. Seperti contoh untuk kambing ukuran standar yang paling banyak dicari saat ini dijual sekitar Rp 3,5 juta per ekor. Meski permintaan mulai meningkat, Saiful menilai harga kambing saat ini justru turun dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, DKPP Perketat Pengawasan di Pasar Hewan Tertek Kediri
“Tahun lalu ukuran standar bisa tembus di atas Rp 4 juta. Sekarang paling mahal sekitar Rp 3,5 juta,” terang Saiful.
Hal senada disampaikan Sumaji, 40, peternak kambing asal Kecamatan Pare. Ia menilai harga kambing tahun ini memang mengalami penurunan cukup drastis. Bahkan untuk kambing betina ukuran besar, harga jual saat ini hanya berkisar Rp 1,5 juta per ekor.
“Tahun ini harga kambing turun jauh, bedanya sampai Rp 50 ribu” ungkapnya.
Menurut Sumaji, salah satu penyebab turunnya harga diduga karena banyaknya daging impor yang masuk ke pasaran. Fenomena itu turut memengaruhi harga jual kambing lokal.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Kurban DKPP Kabupaten Kediri Catat Hal Positif, Surplus Sapi dan Zero PMK
Jika harga kambing cenderung turun, lain halnya dengan sapi. Menurutnya, harga sapi kurban masih relatif stabil. Selain karena populasi sapi tidak sebanyak kambing, sebelumnya juga sempat terjadi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang memengaruhi jumlah ternak di pasaran.
“Kalau sapi tidak terlalu terdampak karena populasinya stabil dan kemarin sempat banyak yang terkena PMK,” pungkasnya.
Editor : Mahfud