Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awas, Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering, BPBD Kediri Imbau Waspadai Potensi Bencana Pancaroba

Ayu Ismawati • Selasa, 24 Maret 2026 | 23:06 WIB

TERIK: Pengendara melintas di area persawahan Kelurahan Bujel, Mojoroto. Selama musim kemarau, area persawahan dengan tanaman tebu rawan jadi korban kebakaran.
TERIK: Pengendara melintas di area persawahan Kelurahan Bujel, Mojoroto. Selama musim kemarau, area persawahan dengan tanaman tebu rawan jadi korban kebakaran.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau akan segera berlangsung.

Tahun ini, fenomena El Nino yang diperkirakan juga akan menyertai musim kemarau. Sehingga, diprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dan panjang dari biasanya.

Menyikapi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri pun mengimbau masyarakat mewaspadai dampaknya. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengatakan, awal musim kemarau di Kota Kediri diperkirakan terjadi pada awal Mei.

Tepatnya di 10 hari pertama bulan Mei. Dan dalam waktu dekat ini, peralihan cuaca akan mulai dirasakan di Kota Kediri. Itu yang menurutnya juga perlu diwaspadai.

“Masyarakat diimbau mewaspadai masa peralihan atau pancaroba. Pada umumnya terdapat potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang atau hujan lebat singkat saat memasuki masa transisi musim,” terang Joko.

Adapun puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan jatuh pada Agustus mendatang. Saat itu pula diperkirakan terjadi tingkat kekeringan paling tinggi.

Sehingga masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan di kurun waktu tersebut. Saat itu, curah hujan juga akan berada di bawah normal karena pengaruh El Nino.

“Diperlukan antisipasi dini terhadap potensi kekeringan meteorologis dan dampaknya pada ketersediaan air bersih di wilayah Kota Kediri,” ucap Joko.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat peluang 50 – 60 persen penguatan El Nino hingga akhir tahun. Kondisi itu menjadi faktor utama penyebab musim kemarau tahun ini akan terasa lebih kering.

“Antisipasi kekeringan juga harus dilakukan. Salah satunya dengan hemat dan bijak menggunakan air bersih,” tandas Joko.

Untuk diketahui, di wilayah Kota Kediri, kawasan rawan kekeringan pada umumnya ditemui di Kelurahan Pojok, Mojoroto.

Secara geografis, wilayah itu berada di dataran yang lebih tinggi dari kelurahan-kelurahan lain karena berada di kawasan Bukit Klotok. Namun, belum ada laporan kekeringan sejak beberapa tahun terakhir di sana. 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#BMKG #bpbd #cuaca #kemarau #peralihan cuaca #Bencana hidrometeorologi #pancaroba #el nino