Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tingkat Kegemaran Membaca Kota Kediri 2025 Hanya 55,97 Persen, Pemkot Bikin Banyak Perpustakaan di Kafe untuk Ikuti Hobi Anak Muda

Ayu Ismawati • Selasa, 3 Maret 2026 | 01:51 WIB

 

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meninjau Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) di Kafe Ngangeni.id, di Kelurahan Kaliombo, Sabtu (28/2).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meninjau Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) di Kafe Ngangeni.id, di Kelurahan Kaliombo, Sabtu (28/2).

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Minat baca masyarakat Kota Kediri masih tergolong rendah. Hingga akhir 2025 lalu, tingkat  kegemaran membaca (TKM) hanya sebesar 55,97 persen.

Untuk diketahui, skor TKM Kota Kediri yang diukur oleh Perpustakaan Nasional itu masih lebih rendah dari rata-rata Jatim sebesar 58,85 persen.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan, tahun ini pihaknya menggagas sejumlah program untuk meningkatkan minat baca. Serta mendorong budaya literasi masyarakat.

Salah satunya dengan menghadirkan Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria) dan Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca).

“Untuk TransLiteria ini peserta diajak membaca buku di Bus Satria dengan berkeliling Kota Kediri. Selama perjalanan para peserta juga dijelaskan landmark Kota Kediri,” kata Chevy.

Peserta yang berasal dari masyarakat umum Kota Kediri itu bisa mendaftar secara online melalui tautan yang disiapkan disarpus. Pekan lalu, kegiatan tersebut sudah berjalan untuk kedua kalinya. Ke depan, mereka berencana menggelar secara rutin minimal sebulan sekali.

“Kalau Roeang Baca Buku di Cafe atau Robusca ini sebenarnya upaya kami mendekatkan diri ke masyarakat melalui kafe-kafe yang mau menyediakan ruang atau tempat. Nanti kami dari disarpus akan menyediakan buku maupun rak bukunya,” beber Chevy.

Menghadirkan ruang baca buku atau perpustakaan mini di kafe-kafe, menurutnya juga jadi upaya pemkot menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat. Khususnya anak muda yang gemar menghabiskan waktu bersantai maupun bersosialisasi di kafe.

Pekan lalu (28/2), baru ada satu titik uji coba Robusca di kafe Ngangeni.id Kelurahan Kaliombo.

“Sudah ada empat kafe lagi yang sudah menyediakan ruang di kafenya untuk ruang baca buku ini,” ungkapnya.

Lewat program tersebut, Chevy menargetkan minat baca masyarakat bisa semakin meningkat. Sebab, diakuinya jika hanya mengandalkan perpustakaan maupun fasilitas pojok baca yang sudah ada, belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau hanya mengandalkan perpustakaan di satu titik, itu nggak mampu. Warga banyak yang nggak mau jauh-jauh datang ke perpustakaan. Sehingga kami yang berupaya mendekatkan diri ke masyarakat, salah satunya lewat kafe-kafe,” tandas Chevy.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga mengapresiasi program baru tersebut. Melalui TransLiteria dan Robusca, pemkot berupaya menghadirkan ekosistem baca gaya baru di Kota Kediri.

“Semoga ke depan program ini terus berkembang, tidak hanya di kafe Ngangeni ini saja. Diharapkan kafe ini menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan dari generasi muda,” tandasnya berharap program juga bisa membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kota Kediri. (ais/ut)

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kafe #pemkot kediri #perpustakaan #anak muda #TKM #kegemaran membaca #DISARPUS