Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Teror Pecah Kaca Mobil Terus Menghantui Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:11 WIB
(Foto: Ilustrasi Afrizal)
(Foto: Ilustrasi Afrizal)
Sudah belasan kasus pecah kaca mobil terjadi sejak Juni. Polisi menduga, pelakunya adalah orang yang sama. Tapi, hingga kini sang peneror belum juga berhasil dibekuk.

Malam itu, 4 Juni, sekitar pukul 01.30, menjadi malam yang mengerikan bagi Yayan. Warga Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu sedang melajukan kendaraannya menuju rumahnya. Dia dalam perjalanan pulang setelah dari Pare.

Setibanya di desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, sebelum Indomaret, dia berpapasan dengan seorang pengendara sepeda motor. Awalnya, dia tak menduga sesuatu yang buruk bakal terjadi. Ternyata, tiba-tiba, pengendara itu melemparkan sesuatu ke arah mobilnya. Dan, pyarrr..! suara kaca pecah terdengar.

Yayan kaget. Namun dia tidak berani berhenti untuk mengecek apa yang terjadi. Dia nekat meneruskan perjalanan hingga rumah. Baru setelah tiba dan dia cek, headlamp kanan mobil Honda Brionya sudah berlubang. Terkena lemparan batu orang yang berpapasan dengannya tadi.

Photo
Photo
(Foto: Khalqinus Taadin)

Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Kediri, kasus ini merupakan yang pertama dalam rangkaian teror pecah kaca mobil di wilayah Kediri. Total, sudah 17 kasus pelemparan batu oleh pengendara motor tak dikenal itu. Ironisnya, lokasi kejadian hampir sama. Di jalur antara Gurah hingga SLG di Kecamatan Ngasem. Meskipun, beberapa kasus pelemparan juga terjadi di tempat lain.

Kejadian terbaru Senin dini hari. Menimpa seorang pengendara mobil bernama Asmat, warga Pare. Kaca depan mobilnya retak akibat lemparan batu. Lokasinya juga sama seperti kasus pertama, di Dusun Ngrancangan, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Bedanya, kejadian berlangsung di selatan minimarket Indomaret.

Namun, dari belasan kasus itu, hanya 10 yang dilaporkan ke polisi. Rinciannya, lima kasus dilaporkan ke Polsek Ngasem, tiga di Polsek Gurah, dan dua di Polsek Pagu.

Wilayah yang paling sering menjadi lokasi pelemparan adalah Ngasem dan Gurah. Titiknya di jalan raya setelah keluar dari kaki Simpang Lima Gumul (SLG) ke arah Pare. Persisnya di tikungan sebelum SPBU.

Hampir semua kejadian pelakunya diidentifikasi mengendarai sepeda motor. Sasarannya mobil pribadi. Dengan motif yang tak diketahui karena sampai sekarang belum ada yang tertangkap.

Korban rata-rata tak menyadari ada pengendara sepeda motor yang berpapasan. Apalagi, kondisi jalan di lokasi sedang sepi dan gelap. Mereka hanya mendengar suara seperti ban meletus. Ternyata, itu suara kaca pecah akibat lemparan batu.

Aditya Febrianto, 31, adalah korban lain. Kaca depan Toyota Yarisnya retak. Kala itu lelaki ini dalam perjalanan pulang setelah menjemput istrinya. Lokasi pelemparan di depan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu.

“Suara akibat lemparan batu itu seperti suara ban meletus,” ujarnya menceritakan kejadian Rabu (5/10) dini hari.

Akibatnya, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu ini harus merogoh dompet hingga Rp 1,6 juta untuk mengganti kaca mobil. Belum lagi dampak psikologis. Kini, dia selalu ketakutan ketika perjalanan malam hari. Padahal, istrinya bekerja sebagai penyanyi electone. Yang berangkatnya malam dan pulangnya dini hari.

Cerita lain datang dari  Nashih, 45. Pria ini juga trauma setelah mengalami pelemparan batu ke mobilnya. Kaca depan mobil Innova Reborn keluaran tahun 2022 berwarna hitam itu tergores batu. Dia pun rugi Rp 1 juta.

“Sampai hari ini saya trauma kalau lewat jalan itu,” akunya.

Saat itu, warga Desa/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar tersebut hendak mengantar mobil ke Pare. Sesampainya di jalan raya Kediri-Pare, tepatnya di Desa Wonojoyo, Nashih mendengar seperti suara ban meletus. Ternyata itu suara lemparan yang mengenai kaca depan mobil yang dia kemudikan.

“Saya sempat berhenti dan keluar melihat kondisi mobil. Karena kondisi jalan sepi dan gelap, saya melanjutkan perjalanan dan melapor ke Polsek Gurah,” kenangnya pada kejadian Rabu dini hari (14/9) itu.

Satu bulan berlalu sejak kejadian, sopir travel tersebut tidak pernah lagi melewati jalan tersebut. Namun, di benaknya masih tersimpan pertanyaan. “Jika pelakunya tertangkap, apa saya bisa minta ganti rugi?” ucapnya dalam nada tanya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #teror lempar batu #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #teror lempar batu kediri #teror #kediri lagi #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news