Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Airlangga sebut maraknya IPO cerminkan optimisme iklim investasi nasional

Shinta Nurma Ababil • Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:38 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan/pemaparan di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), Jakarta, Selasa (7/7/2026).(ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan/pemaparan di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), Jakarta, Selasa (7/7/2026).(ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

JP Radar Kediri – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai maraknya aktivitas penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sinyal positif bagi iklim invetasi Tanah Air. Ia menegaskan pemerintahan akan terus mendorong pendalaman pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha, sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat)," ujar Menko Airlangga pada acara Pembukaan Perdagangan BEI, dikutip di Jakarta, Kamis.

Momentum ini disebut istimewa lantaran menjadi IPO kedua yang tercatat di pasar modal Indonesia sepanjang  2026, di Tengah dinamika pergerakan pasar saham yang cukup tinggi.

Baca Juga: Mayoritas Saham Tertekan, Segelintir Emiten Justru Cetak Lonjakan Tajam

Menurut Airlangga, berlanjutnya rangkaian IPO turut merepresentasikan rasa optimis pelaku usaha terhadap prospek perekonomian dalam negeri yang tetap terjaga. Ia menyebutkan, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen, capaian yang menunjukkan ketahanan kuat di tengah gejolak ekonomi global.

Kinerja tersebut, lanjutnya, ditopang oleh konsumsi domestik yang stabil, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai langkah reformasi yang terus digulirkan pemerintah untuk memperkuat iklim usaha nasional. Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut adalah industri makanan dan minuman.

Baca Juga: Begini Perkiraan Cuaca Menurut BMKG pada Sabtu 11 Juli 2026 untuk Wilayah Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Blitar dan Sekitarnya

Pada Triwulan I 2026, sektor makanan dan minuman menyumbang 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20 persen. Pertumbuhan industri ini tercatat mencapai 7,04 persen, didorong oleh lonjakan permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, sektor ini juga terus menunjukkan tren positif. Pada periode yang sama, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor makanan-minuman tercatat Rp10,48 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 16,34 triliun.

Airlangga menilai capaian ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil, sekaligus menegaskan bahwa pasar domestik indonesia tetap bergairah, daya beli masyarakat terjaga, dan arah kebijakan investasi nasional berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Lebih dalam Tol Kediri-Kertosono, Mulai dari Lokasi Terdampak Sampai Anggarannya: Begini Penjelasannya

Pemerintah, menurut Airlangga, akan terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional. Ia turut menyinggung keputusan penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market pada evaluasi juni 2026 sebuah sinyal kuatnya fundamental ekonomi sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal RI di mata investor global.

Berlanjutnya aktivitas IPO, tambahnya, diharapkan semakin memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi pelaku usaha. Dana yang dihimpun dari publik memungkinkan perusahaan mempercepat ekspansi, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja yang pada akhirnya berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Jelang MPLS Proyek SR Kabupaten dan Kota Kediri Belum Selesai, Begini Penjelasannya

Ke depan, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan terus memperkuat reformasi pasar modal lewat peningkatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor. Langkah ini diharapkan mampu memperdalam pasar modal Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, serta memperkuat kontribusi sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

"Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya," tutup Menko.

(Artikel ditulis Oleh: Zebita Rizqi Priyangga, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya) 

Editor : Mahfud
#radar kediri #airlangga hartarto #bursa efek #ipo #investasi