Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Kota Kediri Serbu Pasar Murah Jelang Idul Adha, Ini Alasannya!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 26 Mei 2026 | 03:11 WIB
LARIS MANIS: Warga Kota Kediri menyerbu gerakan pangan murah menjelang hari raya Idul Adha di Kantor Kecamatan Mojoroto. (Wahyu Adji/JPRK)
LARIS MANIS: Warga Kota Kediri menyerbu gerakan pangan murah menjelang hari raya Idul Adha di Kantor Kecamatan Mojoroto. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menggelar gerakan pangan murah (GPM). Kali ini pasar murah bertempat di Kantor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Tak ayal, warga sekitar langsung menyerbu lokasi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala DKPP Kota Kediri Un Achmad Nurdin melalui Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya DKPP Kota Kediri Novi Dwi Priambodo. Dia menyebut GPM diselenggarakan dalam rangka melakukan stabilisasi harga menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha.

“Gerakan pangan murah ini diselenggarakan untuk menstabilkan harga menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha,” ujar laki-laki yang akrab disapa Novi itu. Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa komoditas yang disediakan. Diantaranya yaitu beras, gula, minyak, telur, berbagai jenis cabai, bawang putih, bawang merah, dan sayuran.

Baca Juga: Ratusan Orang Serbu Pasar Murah, Ini Total Uang Yang Bisa Dihemat Warga!

Dengan rincian 1.000 kilogram (kg) atau sebanyak 1 ton beras SPHP, 200 kg gula, 300 kg telur, dan 40 bungkus berbagai jenis cabai. “Bawang putih, bawang merah masing- masing juga ada 40 bungkus. Semuanya sudah ludes terjual,” imbuhnya.

Dia menyebut jika harga yang ditawarkan di sini lebih murah sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. Novi menyebut jika GPM ini tak ada ketentuan khusus. Semua warga Kota Kediri bisa membeli komoditas tanpa ada batasan jumlah. Kecuali untuk beras SPHP 1 KTP untuk 2 beras saja.

“Harapan kami ketersediaan pangan di masyarakat cukup. Juga harga terkendali dan stabil. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” tandasnya.

Baca Juga: Bagikan Ribuan Bingkisan untuk Siswa, Cabdindik Kediri Gelar Ramadhan Berbagi dan Pasar Murah

Pantauan wartawan koran ini, ada puluhan warga yang rela mengantre. Bahkan, dalam kurun waktu 30 menit berbagai jenis cabai sudah habis terjual. Mulai dari cabai rawit, cabai keriting hingga cabai merah besar. Juga bawang merah dan bawang putih. Tak hanya perbumbuan, gula juga habis terjual dalam waktu 1 jam saja.

Sementara itu, Dewi, 45, warga Kelurahan/Kecamatan Mojoroto mengaku terbantu dengan adanya GPM. Dia mengutamakan membeli perbumbuan untuk kebutuhan memasak olahan hewan kurban.

“Saya borong cabai, bawang merah, dan bawang putih. Masing-masing 3 bungkus untuk persiapan masak besar. Harga lebih hemat pokoknya,” ujarnya disertai gelak tawa.

Baca Juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Stok Aman, Ingatkan Pasar Murah Harus Jaga Jarak dengan Pasar Tradisional

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembelian komoditas tersebut cukup untuk stok selama 2 Minggu ke depan. Bahkan, dengan belanja di GPM pengeluarannya bisa hemat sampai puluhan ribu. “Ya hemat sekitar puluhan ribu kalau belanja di sini (GPM, Red). Karena cabai ini di pasaran harganya sedang melonjak,” pungkas Dewi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#pasar murah #idul adha #DKPP Kota kediri #harga murah #Stok Aman