Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bojone Sopir Hobine Mlipir

Hilda Nurmala Risani
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kang Dalbo pancen wong lanang sing ora bisa bersyukur. Uripe wis didambakan banyak orang. Punya istri cantik dan anak sholeh tapi masih ora cukup. Dia tergoda rayuan biduan di tempatnya mlipir.


Advertisement

“Aku rabi karo Kang Dalbo merga deweke wis memperjuangkan aku begitu hebatnya. Aku merasa sangat beruntung,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Sayangnya keberuntungan tersebut tidak bertahan selamanya. Rasa cinta dan mau berbuat apapun demi sang istri tak berlangsung lama.

Advertisement

Ya, rayuan itu hanya dilakukan saat Kang Dalbo berupaya menaklukkan hati Yu Minthul. Ketika sudah dalam perangkap Kang Dalbo pun menyia-nyiakannya.

“Aku rabi itungane wes bertahun-tahun. Setiap tahunnya memang kelakuan Kang Dalbo semakin cuek. Tapi aku ora peduli. Sing penting sandang lan panganku cukup ya wis,” imbuhnya.

Sejatinya, bahtera rumah tangga yang ditumpangi Kang Dalbo-Yu Minthul tergolong cukup lama. Sudah 10 tahun lamanya. Melewati berbagai cobaan dan rintangan di depan mata.

Advertisement

Baca Juga: Hobi Gelut Bikin Rumah Tangga Mawut

Tak heran Yu Minthul ora ngira yen bojone bakal berulah. Apalagi, selingkuh dengan perempuan yang lebih rendah dibandingkan dirinya.

“Ketauane nalika nemu struk pembayaran makanan untuk dua orang. Dan itu ada banyak di dompetnya,” terang Yu Minthul terkait asal mula mengetahui perselingkuhan itu.

Saat ditanya, Kang Dalbo justru marah dan kabur dari rumah. Tentu itu membuat Yu Minthul semakin yakin yen bojone ada main di belakangnya.

Singkat cerita, Yu Minthul pun mencoba mencari bukti sendiri. Dia mengikuti suaminya ketika izin menyopir ke luar kota.

“Ya bojoku kuwi sopir antar kota maupun luar kota. Meskipun enek persepsi elek tentang sopir aku ora percoyo sebelum akhire saiki mengalami,” tandasnya.

Bukti demi bukti pun telah didapatkannya. Mulai dari struk pembayaran hingga tempatnya berhenti ketika sedang istirahat.

Ya, selama ini setiap menyopir ke luar kota Kang Dalbo selalu singgah di tempat karaoke. Dengan maksut mengurangi rasa capeknya itu.

“Makane wes ora butuh pijatan bojone dewe merga wis puas dipijeti wong wedok liyane,” omel Yu Minthul.

Parahnya lokasi mlipir tak hanya satu atau dua saja. Hampir semua tempat karaoke yang dilewati pernah di coba.

Kang Dalbo pun tak menampik hal tersebut. Dia membenarkan apa yang diketahui istrinya dan tak merasa bersalah sedikitpun.

Rasa sakit hati Yu Minthul wis ora bisa ditahan. Dia lebih memilih mengakhiri rumah tangganya yang dibangun selama 10 tahun itu.

“Arep dipertahanne kok rasane wis kebangeten. Wong lanang sing paling tak percaya justru mengkhianatiku,” pungkas Yu Minthul dengan nada penuh kekecewaan.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengenal Chrisya Aurelia Kristanto, Karateka Asal Kota Kediri Koleksi 200 Medali di Usia 16 Tahun

Mengenal Chrisya Aurelia Kristanto, Karateka Asal Kota Kediri Koleksi 200 Medali di Usia 16 Tahun

Usianya memang masih tergolong belia. Tapi pengalamannya di dunia karate tak bisa dianggap remeh.

Sudrun Minum Anggur, Yu Minthul Kabur

Sudrun Minum Anggur, Yu Minthul Kabur

Yu Minthul dan Sudrun belum dekat terlalu lama. Baru satu bulan kenalan, mereka langsung diminta menikah oleh orang tuanya.

Psikologis Korban Pencabulan  Pesantren Kediri Berangsur Membaik, Ini Kondisi Terbarunya!

Psikologis Korban Pencabulan Pesantren Kediri Berangsur Membaik, Ini Kondisi Terbarunya!

Kondisi psikologis dua korban pencabulan di Kecamatan Pesantren berangsur membaik. Itu adalah IEP, 12, anak tiri, serta SRT, 66, mertua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer