Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tetangga Congkrah, Rumah Tangga Bubrah  

Hilda Nurmala Risani

 


Advertisement

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Urip bertetangga kuwi gampang-gampang angel. Seringnya ora cocok. Kerep tukaran, bertengkar. Ujung-ujungnya menerima nasib kayak Yu Minthul ini, keluargane bubrah karena ulah tetangga.

Memang, sejak menikah dengan Kang Dalbo, Yu Minthul harus tinggal di lingkungan perkampungan yang ada di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Sing tanggane melu ngurusi opo wae.

Advertisement

“Sakjane pingine ngontrak neng perumahan. Nanging bojoku ora gelem. Jare duwite urung cukup,” ucap Yu Minthul, menjelaskan alasan dia terpaksa hidup di perkampungan.

Padahal, keseharian Kang Dalbo sering tidak di rumah. Kerja neng pabrik sing ada di luar kota. Otomatis, Yu Minthul harus tinggal sendiri.

Advertisement

Praktis, hari-hari Yu Minthul pun penuh teror. Sang tetangga kerep berulah. Apa-apa ora cocok. Dan, yen golek perkara, apapun dijadikan sasaran.

“Aku ya bingung harus berbuat apa. Sebagai orang baru bukannya dibimbing justru digarai wae. Mulai dari aku yang katanya tidak mau bersosialisasi dan sering bawa tamu ke rumah hingga larut malam,” omelnya.

Untuk diketahui, Yu Minthul ini memang sering membawa temannya ke rumah untuk menemani. Sebab dia merasa kesepian ketika suaminya tak ada di rumah.

Sayangnya, itu disalahartikan oleh tetangganya. Mereka mengira Yu Minthul tak bisa hidup bertetangga. Bahkan, dicap sebagai manusia angkuh.

“Aku diomongi sombong ora gelem sosialisasi. Padahal seringkali ketika akan ikut kumpul justru krungu omongan sing gatel ati. Contone aku dikata nduwe selingkuhan ketika bojoku pergi ke luar kota,” bebernya.

Ora wadul neng bojomu? “Wis, tapi jawabe aku kongkon sabar,” aku Yu Minthul.

Suatu saat, Yu Minthul merekam kejadian saat tetangganya memperbincangkannya di penjual sayur. Yu Minthul disebut sebagai perempuan tak tahu diri. Sudah menikah, namun kelakuannya seperti masih single.

Video itupun ditunjukkan ke orang tuanya sendiri. Sontak, kedua orang tuanya ora terima. Mereka pun langsung menjemput dan membawa pulang. Mediasi pun sempat dilakukan. Nanging, Kang Dalbo ora bisa berbuat apa-apa.

“Aku wes terlalu sabar selama ini. Tapi yang ada harga diriku justru semakin terinjak-injak. Apalagi aku hidup jauh dari orang tua, yang tentu membuat mereka khawatir,” pungkasnya.

Akhirnya, Yu Minthul mantap milih pegatan di usia pernikahan yang masih terbilang cukup muda. Yaitu 2 tahun 5 bulan. Duh, gara-gara tetangga congkrah, keluarga pun jadi bubrah. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer