Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seneng ‘Gawene’, Ora Gelem Hasile

Hilda Nurmala Risani

 


Advertisement

Ilustrasi Gelem Gawene Ora Anake
Ilustrasi Gelem Gawene Ora Anake

Nasib kuwi ora ana sing weruh. Suatu masa diberi kesenengan sing berlimpah. Bojo yang juga menyayangi. Punya anak yang lucu dan menggemaskan. Nanging, semua itu bisa saja langsung berubah dalam sekejap.

Seperti yang dialami Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri. Awalnya kehidupan dengan Kang Dalbo layaknya bunga yang sedang bermekaran. Namun, itu semua berubah ketika sudah mempunyai anak.

Advertisement

“Pokoke bojoku wes bedo nalika nduwe anak. Sikape neng aku dingin, juga hobinya nesu-nesu,” ujar Yu Minthul ketika ditanya terkait alasan hubungannya tak lagi baik-baik saja dengan Kang Dalbo.

Ya, Yu Minthul dan Kang Dalbo sudah berpacaran sejak tiga tahun terakhir. Bahkan, Yu Minthul menemani masa-masa Kang Dalbo berjuang menyelesaikan kuliahnya.

Advertisement

Kenal karena teman satu daerah Kediri di perantauan membuat mereka cocok satu sama lain. Tak heran di sela-sela kesibukan kuliah mereka menyempatkan waktu untuk sekadar ngobrol maupun makan bersama.

“Awale yo cuma kanca ora lebih. Merga sama-sama anak Kediri singkuliah neng Malang akeh kesamaan khususnya dalam hal makanan,” imbuhnya.

Obrolan-obrolan yang muncul ketika makan bersama lambat laun membuat keduanya saling mengerti. Yang akhirnya membuat benih-benih cinta itu tumbuh.

Kang Dalbo dan Yu Minthul pun sepakat menikah saat semester akhir. Alasannya, agar semangat mengerjakan skripsi bersama. Terlebih saat ada support system di sampingnya.

“Nalika wes rabi hampir setiap hari ngajak berhubungan badan. Apamaneh nalika arep ngerjakne skripsi iso sedino peng loro,” Yu Minthul bocorne sifat sang suami.

Melihat bojone sing hyper kuwi, Yu Minthul pun selalu minta bojone gawe pengaman nalika hohohihe. Tak heran hingga lulus kuliah pun Yu Minthul belum kunjung hamil.

Hingga pada titik keduanya sudah bekerja dan memiliki ekonomi yang shuttle. Yu Minthul pun akhirnya sudah siap untuk memiliki buah hati.

“Tepat usia pernikahan ke tujuh tahun aku hamil. Bojoku nalika kuwi kaget bukan kepalang. Bukane senang justru merasa takut,” paparnya.

Singkat cerita, Yu Minthul sudah waktunya melahirkan. Semua keluarga tampak senang, termasuk orang tua Yu Minthul yang mengharapkan kehadiran sang cucu.

Di momen tersebut Kang Dalbo justru terlihat kesal. Terlebih saat setelah melahirkan hingga masa nifas yang tak boleh dibuat berhubungan badan.

“Selama anakku lahir dan masa nifasku belum selesai bojoku hobi nesu-nesu wae. Opo maneh yen diajak melek bengi ngopeni bayi,” sungutnya.

Melihat bojone sing kayak ngunu, Yu Minthul pun mencoba mengajaknya untuk ngobrol. Hasilnya, Kang Dalbo mengaku yen ora seneng nduwe anak. Merga deweke takut tidak bisa menjadi contoh yang baik.

“Aku coba ngadem-ngadem supaya deweke ora nesu-nesu wae. Mosokhobi nggawe (anak) ora gelem ngopeni hasile,” pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer