Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penjelasan Psikolog tentang 75 Persen ODGJ karena Masalah Percintaan, Sedikit Nalar Banyak Nafsunya

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 21 Januari 2025 | 19:17 WIB
ILUSTRASI: Penanganan ODGJ
ILUSTRASI: Penanganan ODGJ

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada tiga masalah yang paling banyak ditemui pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di UPT RSBL Butuh, Kras. Yaitu masalah asmara, ekonomi, dan hubungan keluarga. 

Menurut Vivi Rosdiana, Psikolog Kediri, tren tertinggi penyebab ODGJ saat ini adalah masalah percintaan. Angkanya mencapai 75 persen. “Nalarnya sedikit lebih banyak nafsu. Sehingga berani melakukan segalanya untuk pasangannya,” ungkap perempuan yang kerap disapa Vivi. 

Hal itulah yang menurutnya bisa menyebabkan orang menjadi depresi dan menjadi ODGJ. Biasanya, mereka yang nalarnya sedikit itu tidak pernah berpikir dampak buruknya saat ditinggal. 

Problemnya kemudian muncul saat putus cinta. Ketika itu, orang yang sedang mabuk asmara pasti mengalami masa syok. Nah, masalah tersebut bisa segera tertangani jika ada support system. Sehingga gangguan mentalnya akan tertangani dan persoalannya bisa diselesaikan dengan stabil. 

Baca Juga: Penyidik Kejaksaan Akan Persika 30 Nasabah BRI dalam Kasus Kredit Fiktif BRI di Kediri

Apa support system-nya? Yakni keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan sekitarnya. Menurut perempuan 48 tahun itu, kalau tidak ada support system maka masalah yang dihadapi tidak bisa dilalui dengan tidak baik. Itulah yang menjadi penyebab terjadinya  depresi hingga menjadi ODGJ.  

Dia menambahkan, komunikasi menjadi hal yang paling krusial. Dengan komunikasi yang baik, orang dapat menyampaikan apa yang sedang dialaminya. “Setiap individu harus memiliki tempat bercerita,” imbuhnya.

Ironisnya, saat ini banyak orang yang tidak memiliki tempat bercerita. Sehingga masalahnya dipendam sendiri. Padahal sekecil apapun masalah perlu dikomunikasikan. Gunanya untuk menghindari hal-hal di luar kendali. Penanganan bisa dimulai dari diri sendiri seperti pergi ke tempat ibadah atau berwisata alam.

Tiap individu juga memiliki waktu penanganan yang berbeda. Tergantung dari permasalahan yang sedang dialami. Dan kondisi mental individu tersebut.

“Tidak bisa ditentukan waktunya. Perlu face to face untuk memastikannya,” ungkap perempuan 48 tahun itu.

Terpisah, Kepala UPT RSBL Butuh Kecamatan Kras Muhammad Yusron Ansori, 56 mengatakan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat penting. Terutama dalam masa rehabilitasi pasien ODGJ.

“Kalau dari sini dijaga, tapi saat sudah keluar mendapat tekanan dan perlakuan kurang baik dari lingkungan sekitar. Ya sama saja,” pungkas Yusron.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#UPT RSBL Butuh #asmara #psikolog #percintaan #odgj