Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beda Aliran, Akhire Pegatan

Hilda Nurmala Risani

 


Advertisement

Ilustrasi beda aliran berujung pegatan. (Afrizal Syaiful M/JPRK)
Ilustrasi beda aliran berujung pegatan. (Afrizal Syaiful M/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu berjalan mulus. Ada hal-hal yang memicu pertengkaran.

Advertisement

Mulai dari yang kecil hingga besar. Setiap rumah tangga pun seharusnya punya solusi untuk mengatasinya. 

Sayangnya solusi itu tak ditemukan di rumah tangga Kang Dalbo dan Yu Minthul.

Rumah tangga mereka terpaksa hancur karena perbedaan aliran yang dianut. Anaknya yang berusia 13 tahun pun pada akhirnya harus menjadi korban. 

Advertisement

“Sebenarnya sejak awal sudah diberi tahu orang tua, cuma mikirnya bisa diusahakan. Toh agamanya masih sama, cuma beda alirannya,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.

Meskipun sudah mengetahui perbedaan tersebut Yu Minthul dan Kang Dalbo tetap melanjutkan hubungannya dengan alasan saling menerima. Padahal dari awal sudah mendapat alarm dari orang sekitar agar tidak melanjutkan hubungannya.

Ya, selain orang tua, kerabat Yu Minthul seringkali mengingatkan bahwa hubungannya tidak layak dilanjutkan. Itu karena perbedaan aliran berpengaruh pada kegiatan kesehariannya. Misalnya Kang Dalbo tidak melaksanakan selamatan. Sedangkan Yu Minthul keluarganya turun temurun melakukan.

“Sebenarnya sudah tahu. Tapi menganggap hal tersebut bukan menjadi masalah yang berarti. Jadi tetap terabas saja,” ujar  Yu Minthul.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer