Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudahkan Petani, Kios Pupuk Resmi Bersubsidi KDMP Sidomulyo Resmi Dibuka

D
Penulis: Diana Yunita Sari❯
Peresmian KDMP Desa Sidomulyo menjadi titik serah pupuk bersubsidi Kamis (4/6)
Peresmian KDMP Desa Sidomulyo menjadi titik serah pupuk bersubsidi Kamis (4/6)

Advertisement

JP Radar Kediri- Mayoritas warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates merupakan petani. Untuk mempermudah para petani membeli pupuk bersubsidi, KDMP Sidomulyo mengajukan diri menjadi titik serah pupuk bersubsidi kepada PT Pupuk Indonesia.

Setelah melalui berbagai tahapan, kemarin (4/6), KDMP Sidomulyo secara resmi disahkan menjadi titik serah pupuk bersubsidi. Peresmian tersebut dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Santoso. Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Kediri Lutfi Mahmudiono, Forpimcam Wates, serta perangkat desa dan kelompok tani setempat.

Acara dimulai dengan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya kios resmi pengecer pupuk di KDMP Sidomulyo. Agenda kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penyampaian sambutan, pemotongan tumpeng, dan sesi foto bersama.

“Alhamdulillah, harapan kami dengan peresmian PPTS ini, petani bisa lebih mudah menjangkau penebusan pupuk. Apalagi di koperasi sudah ada mobil pikap dan motor roda tiga. Sehingga jika petani datang ke koperasi, nantinya pupuk bisa diantar langsung ke rumah maupun sawah,” ungkap Kepala Desa Sidomulyo Bambang Erwanto.

Bambang menceritakan bahwa sebelumnya, para petani Desa Sidomulyo harus menebus pupuk bersubsidi ke desa sebelah. Hal tersebut cukup memakan waktu karena jaraknya yang lebih jauh. Saat ini, alokasi pupuk yang tersedia adalah sebesar 27 ton untuk dua jenis pupuk. Selain pupuk subsidi, KDMP nantinya juga akan menjual pupuk nonsubsidi.

Advertisement

Perencanaan untuk menjadi titik serah resmi ini sudah dilakukan sejak turunnya PP pembentukan KDMP. Setelah pengurus terbentuk, mereka merancang beragam unit usaha melalui musyawarah desa (Musdes), yang salah satunya adalah penyediaan pupuk ini.

Langkah KDMP Desa Sidomulyo tersebut diapresiasi oleh Plt Kepala Dinas Kopusmik, Santoso. Ia menyebutkan bahwa dari 324 KDMP di Kabupaten Kediri, saat ini baru ada 2 titik serah resmi, yaitu di Desa Bedali (Kecamatan Ngancar) dan Desa Sidomulyo.

“Saya ucapkan terima kasih. Tentunya ini tidak mudah dan butuh penuh perjuangan dari Pak Kades, Ketua KDMP, dan kelompok tani. Diharapkan langkah ini dapat memudahkan para petani. Keberadaan KDMP juga diharapkan bisa mewadahi hasil pertanian sehingga perputaran ekonomi menjadi lebih cepat,” ucap Santoso.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono. “Kebutuhan pupuk di Sidomulyo sangat besar dan sangat dibutuhkan karena ada 7 kelompok tani. Kami bantu memfasilitasi dan mengomunikasikannya ke PT Pupuk Indonesia, hingga akhirnya izin KDMP Sidomulyo menjadi kios resmi bisa turun,” pungkas Lutfi.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Lipsus Mengapa Petani Enggan Migrasi ke Pupuk Organik? (2): Serapan Pasar Tinggi, Petani Butuh Pendampingan

Lipsus Mengapa Petani Enggan Migrasi ke Pupuk Organik? (2): Serapan Pasar Tinggi, Petani Butuh Pendampingan

Peneliti bioteknologi tanaman Dr Agus Muji Santoso MSi menilai, kecenderungan petani memilih pupuk kimia karena faktor kepraktisan.

Lipsus Mengapa Petani Enggan Migrasi ke Pupuk Organik? (1) : Enggan Ribet, Takut Panenan Jeblok

Lipsus Mengapa Petani Enggan Migrasi ke Pupuk Organik? (1) : Enggan Ribet, Takut Panenan Jeblok

Ketergantungan pada pupuk kimia, serta keinginan tanam cepat dan efisien itulah yang membuat petani enggan berpindah ke organik.

Tak Segan Bredel Kios Pupuk Nakal, Dispertabun Perketat Pengawasan Distribusi kepada Petani

Tak Segan Bredel Kios Pupuk Nakal, Dispertabun Perketat Pengawasan Distribusi kepada Petani

pengawasan distribusi pupuk juga didukung satuan tugas (satgas) yang melibatkan sejumlah aparat penegak hukum. Mulai dari Polres Kediri, Kejaksaan, hingga TNI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer